
CIMAHI – Calon Wakil Walikota Cimahi dari pasangan nomor urut 3, Ngatiyana merasa prihatin dengan kebutuhan masyarakat terhadap pengadaan beras untuk warga miskin (raskin).
Ngatiyana mengungkapkan program prioritas yang ditawarkan paslon no 3 salah satunya adalah program raskin. Terlebih sejauh ini ia menganggap beras yang dibagikan tidak layak dan pembagiannya pun tidak merata.
“Raskin itu kan buat orang (manusia), jadi berasnya harus yang bagus, dan saat pembagiannya juga harus tepat sasaran,” kata Ngatiyana usai kampanye terbatas di RW 02 Kel Utama, Kec Cimahi Selatan, Selasa (10/1/17).
Seharusnya, kata dia, raskin ini dibagikan gratis oleh pemerintah. Pembagiannya pun harus lebih selekti, agar tidak terjadi kecemburuan sosial di masyarakat, seperti ada keluarga yang mampu tapi masih mendapatkan raskin, tapi sebaliknya yang tidak mampu malah tidak kebagian.
“Nah, dalam hal ini jelas pemerintah harus lebih teliti, sehingga beras yang disampaikan ke masyarakat tepat sasaran,” ungkapnya.
Tentunya, jika kelak dirinya terpilih, pihaknya akan berupaya untuk membagikan raskin tersebut secara gratis dengan beras yang berkualitas bagus.
Untuk teknis pembagiannya, akan melibatkan RT/RW setempat yang ditugaskan melakukan pendataan secara menyeluruh dan selektif.
“Para pengurus warga ini akan lebih mengetahui mana saja warganya yang membutuhkan, karena mereka langsung bersentuhan dengan warga. Saya yakin cara seperti ini akan lebih efektif ketimbang hanya diberikan dari pihak kelurahan,” tutur Ngatiyana yang rela mengundurkan diri dari dari keanggotaannya sebagai TNI.
Dengan demikian, imbuh Ngatiyana, masyarakat Cimahi akan merasakan perhatian dari pemerintah atas kelangsungan kebutuhan hidupnya. “Orang kesusahan itu mutlak harus dibantu. Jangan sampai orang susah merasa tidak diperhatikan,” pungkasnya.