Nih, 3 Program Unggulan Disbudpar Kab Bandung

oleh -29 Dilihat
oleh
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung H. Wawan A Ridwan.

SOREANG,balebandung.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung memiliki sejumlah program atau tiga program prioritas.

“Pertama program beraksi (bangkitkan ekonomi kreatif dengan aksi). Untuk kebudayaan, kita punya program berdaya (bangkitkan ekonomi melalui ragam budaya). Untuk di wisata, kita punya program berwisata (bangkitkan ekonomi dengan pariwisata),” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Bandung H. Wawan A Ridwan didampingi Kabid Pemasaran dan Ekonomi Kreatif, Vena Andriawan di Soreang, Rabu (30/11/2022).

Khusus untuk program berdaya, Wawan mengungkapkan, Disbudpar melaksanakan beberapa kegiatan, salah satunya pekan kreasi teras seni yang dilaksanakan setiap hari Sabtu malam hingga Minggu pagi di kawasan Gedong Budaya Soreang.

“Teras seni itu untuk menampung teman-teman atau para seniman, yang punya bakat untuk mencurahkan, mengekspresikan apa yang mereka bisa di pagelaran tersebut,” kata Wawan.

Kemudian, imbuhnya, ada beberapa festival dan pagelaran seni budaya yang dilaksanakan, termasuk ada rintisan penetapan cagar budaya.

“Selain itu, kita berencana mengintegrasikan beberapa program, ada tontonan dan ada juga tuntunan. Mungkin anak-anak usia sekolah SD dan SMP, masih banyak yang belum tahu budaya Sunda. Nah kita akan mengintegrasikan program berdaya ini dengan teman-teman di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Termasuk kita punya paket wisata edukasi di kawasan Gedong Budaya Soreang,” jelas Wawan.

Wawan menyebutkan hal itu bisa diakses oleh banyak pihak, terutama untuk melestarikan budaya. “Kalau berbicara budaya, bukan hanya kesenian. Posisinya lebih mengarah bagaimana kita tetap mempertahankan prilaku dan budipekerti. Misalnya, kita melihat di Korea dan Jepang walaupun teknologi sudah maju, tapi sopan santun tetap dijaga. Ketemu orang suka membungkuk dan sebagainya. Di kita sepertinya, dengan arus globalisasi yang tinggi itu, sudah mulai luntur,” ujarnya.

Baca Juga  Residivis Pencuri Motor Ditangkap Bhabinkamtibmas

Maka dari itu, kata Wawan, Bupati Bandung HM Dadang Supriatna setiap hari Kamis, para pegawai di lingkungan Pemkab Bandung, khususnya kaum pria pakai pangsi dan ibu-ibunya pakai kebaya. “Ini termasuk berlaku juga di dunia pendidikan. Ini salah satu cara bagaimana melestarikan kebudayaan kita. Jangan sampai jati kasili ku junti,” katanya.

Wawan juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menggelar event bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Bandung. “Menggelar sebuah event yang mengedepankan sisi kebudayaan. Jangan sampai anak muda kita habis oleh pengaruh globalisasi,” tuturnya.

Dikatakannya, banyak cara yang ditempuh dan paling mendasar itu, dalam bidang pendidikan selain ada hal yang menguatkan program Bupati Bandung itu, mengaji dan menghafal Alquran.

“Dimana Pak Bupati menguatkan dengan insentif guru ngaji. Ini merupakan hal yang signifikan dalam hal bagaimana menguatkan prilaku dan budipekerti dari masyarakat Kabupaten Bandung. Kalau orang disentuh dengan iman akan menjadi orang berbudipekerti luhur. Karena Rasulullah SAW, diutus ke dunia itu untuk memperbaiki akhlak manusia. Akhlak ini bagian penting dari budaya manusia, yang berkaitan dengan budi pekerti. Bukan hanya urusan berkesenian, berbudaya itu. Jadilah manusia yang berbudaya dan berbudipekerti,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.