Nih, 8 Pasukan Elite RI Terbaik di Dunia

oleh -42 Dilihat
oleh

pasukan-kusus-marinir(1 Prajurit YONTAIFIB = 24 Prajurit TNI)

Batalyon Intai Amfibi (YONTAIFIB) adalah satuan elit dalam Korps Marinir seperti halnya KOPASSUS dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi).

Untuk menjadi anggota YONTAIFIB, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun.

Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan YONTAIFIB, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 6 km di Selat Madura.

Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk kedalam Detasemen Jala Mengkara (DENJAKA), pasukan elitnya TNI Angkatan Laut.

Dalam segi tingkat kemampuan 1 orang YONTAIFIB sama dengan 24 orang TNI.

Prajurit Intai Amfibi (YONTAIFIB) Korps Marinir TNI AL diambil dari prajurit pilihan Korps Marinir melalui seleksi ketat dan keras. Sebab di tangan personel YONTAIFIB-lah sebuah kesuksesan operasi Amfibi yang dilakoni, Korps Baret Ungu dan seluruh elemen TNI dipertaruhkan.

yontaifibPerekrutan Prajurit YONTAIFIB Seleksi Prajurit atas dasar suka rela dari prajurit Korps Marinir (semua bagian tempur : Infanteri, Artileri, Kavaleri, Bantuan Tempur dan Pertahanan Pangkalan) yang sudah mempunyai Basic Tempur yaitu Pendidikan Dasar Kemiliteran, Pendidikan Keprajuritan Marinir, Pendidikan Taktik Operasi Darat, Pendidikan Komando Marinir (Dikko), Pendidikan Menembak Kualifikasi, Pendidikan Operasi Amfibi termasuk Raid Amfibi, Para Dasar (Paradas), Penyelaman, dan Free Fall.

Seleksi Calon Siswa YONTAIFIB sangat ketat dan keras meliputi Seleksi Kesehatan dengan Stakes I, Samapta Baik, Berenang, Push Up, Sit Up, Pull Up dalam waktu 9 bulan dan lulus tes Psikologi Pasukan Khusus standart TNI. Calon Siswa YONTAIFIB maksimal berusia 26 tahun baik Perwira, Bintara dan Tamtama TNI-AL.

Baca Juga  Persit KCK PD III/Siliwangi Bantu Korban Banjir Garut

Metode pelatihan calon prajurit YONTAIFIB dibagi dalam beberapa tahap yang mencakup Medan Darat, Laut, Udara dan Bawah Air. Dalam setiap tahap calon akan terseleksi secara alamiah karena materi yang dihadapkan makin hari semakin berat dan menuntut para siswa benar benar menguasai ilmu yang diberikan pada tahap sebelumnya.

Pasalnya tahap–tahap dalam pendidikan sebenarnya adalah satu rangkaian operasi yang benar–benar dilakukan prajurit Intai Amfibi YONTAIFIB dalam melaksanakan tugas dalam pertempuran atau operasi lain nantinya.

Pendidikan YONTAIFIB dilaksanakan selama hampir 9 bulan bertempat (Base Camp) di Pusdik Marinir kemudian dilanjutkan Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Di Jawa Timur, Marinir tercatat mempuyai 8 Puslatpur (Pusat Latihan Pertempuran) di Grati, Pasuruan, Karang Tekok, Situbondo, Purboyo di Bantur, Malang, Asem Bagus, Situbondo, Banongan, Situbondo, Jampang Tengah, Sukabumi, Baluran, Banyuwangi, Selogiri, Banyuwangi.

Mungkin semuanya juga dipakai untuk basecamp oleh Marinir untuk melatih para calon prajurit YONTAIFIB ini, karena disesuaikan dengan materi pendidikan yang diajarkan. YONTAIFIB juga mengikut sertakan pelatih dari setiap Batalyon YONTAIFIB, Perwira Batalyon YONTAIFIB termasuk Komandan Batalyon, dan Prajurit Senior YONTAIFIB untuk melatih para siswa Dik Brevet Taifibmar ini. Metode pelatihan YONTAIFIB sempat diklaim hampir sama dengan pelatihan Pendidikan Komando KOPASSUS TNI-AD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.