Nih, Dampak Gempa Tasikmalaya

oleh -20 Dilihat
oleh

GEMPA TASIKBANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,9 Skala Richter di 6 Km arah Tenggara Bantarkalong Kab. Tasikmalaya. Aher menghimbau masyarakat agar tetap melalukan ativitas normal pasca gempa, namun tetap harus waspada.

Gempa yang berlangsung lebih dari 30 detik ini merupakan gempa berskala menengah yang terasa hingga ke sejumlah wilayah Pulau Jawa. Sekitar lima menit setelah gempa terjadi, sistem diseminasi BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selanjutnya, BMKG melakukan monitoring tsunami gauge di Pangandaran, Pamayangsari, Binangeun (Banten) dan Pacitan (Jawa Tengah). Dari hasil monitoring di beberapa stasiun tsunami gauge yang dekat dengan pusat gempa menunjukkan tidak ada rekaman kenaikan muka air laut, sehingga BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 02.26 WIB atau sekitar dua jam setelah gempa terjadi.

“Karena dikhawatirkan ada potensi tsunami, jadi masyarakat di Pangandaran, Cipatujah, dan di Pameungpeuk sudah siap-siap keluar rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Tapi pada dua jam kemudian dinyatakan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Semalam masyarakat sudah bisa kembali lagi ke rumahnya dan pagi ini sudah bisa beraktivitas, tapi ingat harus tetap waspada,” kata Aher saat ditemui di Bandung, Sabtu (16/12/17).

Menurutnya sejak Sabtu pagi sudah mulai didata tentang kerusakan apa saja yang terjadi akibat musibah ini. “Terus sudah ada laporan dari Tasikmalaya, Pangadaran, Garut, Ciamis, dan sekitarnya. Ada kerusakan rumah, sekolah, pusat layanan masyarakat, perkantoran dan akan segera kita tangani,” sebutnya.

“Kalau dijumlahkan lumayan, ada 300-an rumah berupa rusak berat, sedang, dan ringan. Ada beberapa SMA/SMK, RSUD di Tasikmalaya juga retak-retak. Korban bencana kebanyakan luka-luka” sebut Aher.

Baca Juga  Cerita Pak Jokowi di Depan Atlet Panahan: Saya Baru Bisa Memanah Saat Jadi Presiden

Gubernur bilang penanganan pacsa bencana yang dilakukan saat ini diantaranya dengan mengevakuasi warga serta melakukan mitigasi bencana atau upaya untuk mengurangi resiko bencana.

“Tentu kalau yang rumahnya baik-baik saja selesai dan aman walaupun masih ada trauma. Sekarang kita data rumah-rumah yang rusak. Penanganannya, pertama menenangkan masyarakat, lalu kami akan melakukan mitigasi dan normalisasi pascabencana,” terangnya. “Insya Allah tertangani,” Aher meyakinkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jabar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mencari informasi pada sumber-sumber yang dapat dipercaya terkait perkembangan situasi pascagempa.

Kepala Pelaksana BPBD Prov. Jabar Dicky Saromi mengatakan untuk keakuratan informasi, masyarakat dihimbau mengakses informasi dari media yang kredibel dan media sosial BPBD, BMKG, dan BNPB.

“Menyusul banyaknya berita hoaks yang beredar, kami menganjurkan masyarakat untuk mencari informasi perkembangan melalui (misal) twitter BPBD Jabar di @BPBDJabar,” saran Dicky.

Ia mengungkapkan posko pengungsi yang sudah dibangun baru di Kab. Ciamis sebagai yang terdampak paling parah. “Kami juga mengirimkan kebutuhan logistik ke Ciamis, berupa makanan siap saji, tenda, family kit, kebutuhan anak. Ini terutama karena stok logistik di Ciamis sudah menipis,” urainya.

Sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan para petugas di lapangan dari BNPB dalam konteks kedaruratan. Sedangkan untuk rehabilitasi pascabencana menurutnya masih memerlukan waktu pengkajian lanjutan.

Nih, data mutakhir dari BPBD Jabar per 16 Desember 2017 Pukul 19.00 WIB tentang Dampak Kerusakan Rumah dan Sarana akibat Kejadian Gempa Tasikmalaya 15 Desember 2017 di 8 kabupaten/kota di 76 kecamatan ;

1. Rumah Total : 668 Unit
a. Rusak Ringan : 217 Unit
b. Rusak Sedang : 291 Unit
c. Rusak Berat : 160 Unit

Baca Juga  Bupati Bandung Sampaikan Duka Cita Gempa Kertasari Telan 1 Korban Jiwa

2. Sarana dan Prasarana
a. SD : 10 unit
b. SMP : 1 unit
c. SMA : 4 unit
d. Mesjid : 6 unit
e. Kantor : 2 unit
f. PAUD : 1 unit
g. Madrasah : 10 unit
h. Aula :1 unit
i. Rumah Sakit : 1 unit

3. Korban
a. Meninggal dunia : 1 orang
b. Luka-luka : 6 orang
c. Pengungsi : 200 orang (Posko).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.