Nih, Pengalaman Aher Soal Survei Elektabilitas

oleh -33 Dilihat
oleh
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat gathering pasangan calon Ajat-Syaikhu di Hotel The Kartipah, Bandung, Sabtu (21/1/18). by PKS
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat gathering pasangan calon Ajat-Syaikhu di Hotel The Kartipah, Bandung, Sabtu (21/1/18). by PKS

BANDUNG – Lembaga survei kerap meramaikan euforia pilkada. Spekulasi kemenangan calon tertentu terkadang hanya diukur lewat diagram survei. Akan tetapi, lembaga survei tidak selalu memiliki ramalan yang akurat terhadap pasangan calon. Tidak sedikit yang meleset dari hasil riset.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pernah merasakan hasil perhitungan media yang tidak akurat. Pada tahun 2013, dirinya diramalkan tidak unggul di Pilgub Jabar, hanya karena menempati persentase survei sebesar 4%. Namun nyatanya, Aher, sapaan akrabnya, mendapatkan dua kali kemenangan di tahun 2008 dan 2013, menghantarkannya sebagai pemangku Jabar 1 selama dua periode.

Dalam menyikapi hal ini, Aher mengatakan, setiap survei tentunya melakukan pendekatan, perhitungan secara ilmiah, memiliki keilmuan dan tatacara. Kebanyakan memang tepat, tapi tidak tepat seluruhnya.

“Saya di 2008 memiliki survei yang kecil, tapi menang 2013 juga dianggap tidak akan menang, nyatanya menang juga,” ungkapAher kepada awak media, saat gathering pasangan calon Ajat-Syaikhu di Hotel The Kartipah, Bandung, Sabtu (21/1/18).

Bagi Aher yang paling penting untuk mendapatkan kemenangan nyata adalah melakukan usaha riil di lapangan dan meyakinkan para konstituen pada saat pencoblosan. Aher juga menilai Jabar sebagai daerah yang memiliki karakter Swing Country, di mana pimpinan daerah dalam setiap pilkada selalu dinamis.

“ Jabar ini sulit. Kalau pileg di Jateng, partainya relatif itu-itu juga, satu partai. Jatim juga tidak hampir berubah, pemenangnya itu-itu juga. Di Jabar kan pemenangnya berubah terus. Pada pileg pertama, yang menang PDIP, yang kedua Golkar, ketiga Demokrat. Pimpinan daerah yang dinamis hanya Jabar,” urainya.

Kondisi itu pada akhirnya membuat Aher optimis dan tidak terpengaruh lembaga survei manapun. Ia tetap mengerahkan sekuat tenaga dan berbagai cara baik melalui media cetak, elektronik, dan sosial untuk tetap berusaha memenangkan Pilgub Jabar pada masanya.

Baca Juga  Aher Hadiri Kampanye Asyik Berdzikir

“Saya membiasakan diri tidak terpengaruh oleh survei saat menjadi cagub. Oke survei sebgai bahan acuan, mari kita bergerak dengan bahan acuan itu. Namun perlu diingat bahwa survei terkadang berbeda dengan kenyataan. Dan masyarakat Jabar ini dinamis. Tingkat partisipasi politiknya tinggi. Tergantung apa yang diinginkan masyarakat pada saat itu,” jelas Aher

Berdasarkan pengalamannya tersebut, Aher kemudian memberikan dukungan pada pasangan calon Ajat dan Syaikhu untuk tidak pantang menyerah menghadapi berbagai spekulasi yang ada. Ia berharap kedua pasangan calon ini bisa melanjutkan visi-misi, ide, gagasan, programnya di masa yang akan datang.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.