
SUMEDANG, Balebandung.com – Di tengah pandemi, sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun di daerah yang saat ini mengalami perlambatan.
Melalui forum Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Barat, OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan dan instansi terkait lainnya senantiasa mengakselerasi perluasan akses keuangan dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Salah satu upayanya yaitu pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan dengan perluasan layanan UMKM melalui KUR klaster.
“Untuk mendukung upaya tersebut, diimplementasikan program Smart Farming PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. dalam rangka mendorong Pemulihan Ekonomi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani kepada Klaster Tani Ubi Cilembu di Kabupaten Sumedang,” kata Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat, Indarto Budiwitono dalam rilisnya, Sabtu (30/1/21).
Pembiayaan KUR sektor pertanian, lanjut Indarto, akan diberikan secara masif melalui pendampingan, pelatihan, dan pengembangan sektor pertanian secara komprehensif.
“Untuk tahap awal, disalurkan KUR kepada dua kelompok tani Ubi Cilembu sebesar Rp850 juta dengan jumlah 21 petani yang berasal dari empat kecamatan yaitu Kecamatan Pamulihan, Sukasari, Rancakalong, dan Kecamatan Tanjungsari,” urai Indarto.
Dengan total luas lahan 21 hektare, diharapkan dapat terus berlanjut dan membantu petani lainnya. Target di tahun 2021 ini direncanakan akan disalurkan kepada 500 petani dengan luas lahan 482 ha.
Selaras dengan tujuan dibentuknya TPAKD, ungkap Indarto, bentuk dukungan lembaga jasa keuangan kepada Klaster Tani Ubi Cilembu tidak hanya melalui adanya penyaluran fasilitas kredit saja. Tetapi juga produk jasa keuangan lainnya seperti Asuransi Jiwa Mikro dan Program Pensiun bagi Petani melalui program Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
“Selanjutnya, TPAKD mengharapkan dukungan khususnya dari perbankan di sektor pertanian juga dilakukan melalui pengelolaan kewirausahaan pertanian yang merupakan kegiatan menyongsong pertanian 4.0 atau smart farming, serta aktivitas lainnya,” kata Indarto. ***