PAN Jabar Rebut 7 Kemenangan di Pilkada Serentak 

oleh -25 Dilihat
oleh

BANDUNG – Dari 16 kota/kabupaten (kokab) di Jawa Barat yang menggelar Pilkada Serentak, Partai Amanat Nasional meraih 7 kemenangan dari pasangan calon yang yang diusung dan didukungnya.

Dari 16 kokab tersebut, 8 diantaranya PAN sebagai partai pendukung paslon atau pendukung partai koalisi. dan di 5 kokab lainnya sebagai pengusung paslon. Sementara di 3 kokab lainnya PAN gagal mendukung paslon karena PAN tidak punya kursi. Dari ke-13 kokab inilah PAN Jabar meraih 7 kemenangan.

“PAN mendukung paslon di 8 kokab, dan di 5 kokab lainnya sebagai partai pengusung paslon. Di 3 kokab lainnya gagal mendukung paslon yaitu di Kota Bandung, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon, sebab di ketiga kokab tersebut PAN nol kursi,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jabar Ahmad Najib Qodratullah kepada Balebandung.com, Sabtu (30/6/18).

Najib mengaku sebelumnya menargetkan 11 kemenangan dari 16 kokab yang menggelar Pilkada Serentak di Jabar. Namun target tersebut berubah menjadi 7 kemenangan, karena hanya 13 Pilkada Serentak yang diikuti. Target 7 kemenangan tersebut menurutnya realistis terhadap situasi kondisi di Pilkada Serentak berkembang.

“PAN menang di tujuh kokab, antara lain Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Subang, Purwakarta (Kader PAN, Ane Ratna) Kab Ciamis (Kader PAN, Yana), Kota Bogor (Kader PAN, Bima Arya), dan Kota Bekasi (Kader PAN),” sebut Najib.

Kendati hanya memenangkan 7 kokab, namun hasil ini menunjukkan PAN mengalami kemajuan yang cukup signifikan di Jawa Barat, jika dibandingkan dengan partai besar seperti PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra.

Ditanya soal kemajuan partai yang dipimpinnya itu di Jawa Barat, Najib menjawab, banyak faktor yang membuat orang berbondong-bondong daftar ke PAN. Pertama, urai Najib, karena kejelasan sikap posisi PAN dalam politik nasional dengan tagline-nya “Bela Umat Bela Rakyat.”

Baca Juga  Dengan Jabar Cageur, Kang Hasan Siap Naikkan Anggaran Revitalisasi Posyandu

“Yang kedua, PAN juga dianggap berpolitik lebih santun, dan tidak membuat kegaduhan politik yang bisa berimbas kepada perpecahan di kalangan anak bangsa,” lanjut Najib.

Ketiga, imbuh Najib, infratruktur PAN yang kini lebih rapih, sehingga pengelolaan partai relatif baik. “Kalau faktor bergabungnya Rhoma Irama, sebetulnya belum terasa, karena Haji Rhoma baru bergabung,” tukas Najib.

Yang jelas, tandas dia, beberapa kemenangan PAN yang diraih di Jabar, berkat soliditas kader, yang terbukti dalam berbagai survei kontribusi kemenangan PAN terhadap pilkada kokab rata-rata di atas 70%.

Dengan demikian, hingga kini PAN Jabar berada di posisi kedua, setelah Partai Demokrat yang meraih 9 kemenangan, dan di posisi ketiga Nasdem dengan 6 kemenangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.