Pangdam Benarkan 4 Anggotanya Terlibat Perampokan ATM Subang

oleh -31 Dilihat
oleh
 Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo di Ruang Siliwangi Makodam III/Slw Jl Aceh, Bandung, Selasa (20/9). by iwa/bbcom

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo di Ruang Siliwangi Makodam III/Slw Jl Aceh, Bandung, Selasa (20/9). by iwa/bbcom

BANDUNG – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo membenarkan keterlibatan 4 anggota TNI dari satuan Detasemen Markas (Denma) Kodam III/Siliwangi dalam perampokan bersenjata mobil pengirim uang ATM di Jalan Raya Mariuk-Jalan Cagak, Kabupaten Subang sebesar Rp4,5 miliar pada 14 September 2016 sekitar pukul 19.30 WIB. Mobil pembawa uang milik
PT Tunas Artha Gardatama (TAG) itu bergerak dari Subang menuju Bandung, namun tetiba mobil diserempet mobil Inova Hitam.

Menurut Pangdam, keempat oknum Kodam III/Slw itu sudah ditangkap dan saat ini pihak Pomdam III/Siliwangi sedang melaksanakan investigasi secara lengkap berkoordinasi dengan Polda Jabar. “Atas kejadian tersebut pimpinan TNI akan melaksanakan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku dan tidak akan mentolerir terhadap semua tindakan dan pelanggaran hukum yang dilakukan prajurit sekecil apapun,” tandas Pangdam dirilis Pendam III/Slw, Minggu (2/10/16).

Bisa jadi, imbuh Pangdam, tindakan yang akan diberikan berkaitan dengan kasus ini berujung kepada pemecatan kepada para pelaku. “Institusi TNI tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apapun dan khusus berkaitan dengan empat oknum Kodam yang melakukan tindak perampokan ini akan diberikan hukuman seberat-beratnya, yang salah satunya adalah dipecat dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan,” tegas Pangdam.

Diberitakan sebelumnya, ada 11 orang pelaku pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) bersenjata api, ditangkap petugas Polres Depok dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Nah, 8 dari 11 tersangka adalah oknum TNI yang 4 oknum diantaranya tercatat sebagai anggota Kodam III/Slw.

Kedelapan oknum TNI yang diduga terlibat dalam gerombolan pembobol ATM tersebut masing-masing berinisial AZ, UD, SM, DD, AT, AR, FS, dan RA. Sementara itu, tiga pelaku warga sipil lainnya diketahui bernama Roni, Yono dan Ali.

Baca Juga  Pangdam Siap Kerahkan Suporter untuk Kontingen PON Jabar

Menurut pengakuan para tersangka, aksi perampokan terakhir mereka lakukan terhadap ATM BNI di dekat Masjid Kubah Emas di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok. Hasil jarahan sebesar Rp 111 juta. Selain di Depok, para tersangka juga mengakui telah membobol ATM di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.

Dalam melakukan aksinya, komplotan ini melakukan secara bergantian dengan delapan pelaku untuk setiap kali perampokan. Kedelapan pelaku mempunyai tugas masing-masing, dengan empat orang masuk ke dalam ATM, dua orang menunggu di dalam mobil, dan sisanya yang bersenjatakan pistol mengawasi kondisi di luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.