
BANDUNG – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra menggelar silaturahmi bersama komponen masyarakat toga, tomas, todat, topem, budayawan, akademisi, ormas se-Wilayah Bandung dan Cimahi di Gedung Graha Tirta Kota Bandung, Rabu (9/11/16).
Pangdam mengatakan menyambung tali silaturahmi merupakan keharusan sosial yang akan mampu menjadi jalan sekaligus perekat bagi terbentuknya persaudaraan umat beragama, persaudaraan bangsa dan persaudaraan umat manusia.
Ditegaskan Pangdam silaturahmi ini sesuai dengan budaya dan warisan pendahulu bangsa, sesama masyarakat bisa saling mengetahui posisi, fungsi dan peran masing-masing khususnya antara Kodam III/Siliwangi dengan para tokoh dan seluruh komponen bangsa lainnya.
Pangdam III/Siliwangi juga menjelaskan secara singkat peranan komponen bangsa dalam memantapkan wawasan kebangsaan guna mendukung pembangunan dan pertahanan di wilayah Kodam III/Siliwangi.
Oleh karena itu sebagai komponen bangsa harus mampu menjaga dan memelihara integritas wilayah Jawa Barat agar senantiasa tetap dalam keadaan kondisi kondusif, aman, tentram sehingga tercipta stabilitas nasional di daerah.
Dewasa ini negara sedang mengalami permasalahan yang sangat serius yaitu berupa ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa yang diakibatkan beberapa hal diantaranya rendahnya wawasan kebangsaan. Jika kondisi ini tidak segera ditanggapi dan diantisipasi, kata Pangdam, maka bukan tidak mungkin NKRI akan mendapat masalah yang sangat besar.
Untuk itu komunikasi harus tetap dijaga dan forum komunikasi harus menjadi forum tukar informasi, menyamakan persepsi dalam pola pikir, cara pandang dan cara bertindak dalam mengatasi keamanan, kebangsaan dan kenegaraan yang menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa.
“Kondisi wawasan kebangsaan yang dihadapi saat ini cenderung memudar atau memprihatinkan, ikatan-ikatan nilai kebangsaan yang berhasil mempersatukan bangsa sudah mulai luntur dan longgar. Untuk itu pemahaman dan penghayatan terhadap Wawasan Kebangsaan perlu disegarkan kembali,” tegas Pangdam.
Menurutnya, sejak lama banyak negara asing yang menginginkan kehancuran dan bubarnya NKRI yang kita cintai ini. Segala cara dilakukan untuk mencapai hal tersebut diantaranya dengan penyusupan faham ISIS, teroris dan narkoba juga dengan mengadu domba sesama anak bangsa dengan memanfaatkan pertentangan suku, ras dan agama.
Akhirnya Pangdam mengajak seluruh toga, tomas, todat, topem dan ormas serta seluruh komponen maayarakat lainnya untuk menjaga kondusifitas situasi keamanan di wilayah Jawa Barat yang selama ini telah terjaga dengan baik, tetap jaga komunikasi antar sesama dan utamakan musyawarah untuk menjaga persatuan, keamanan dan keutuhan NKRI.