
BANDUNG – Panglima TNI JEnderal Gatot Nurmantyo membantah isu tentang Imam Besar FPI Habib Rizieq dianiaya anggota Kostrad. Panglima menyatakan isu itu cuma hoax yang disebar pihak tak bertanggung jawab, di tengah situasi adanya upaya mengganggu stabilitas nasional Indonesia. Panglima menyatakan, hoax mengenai Habib dipukuli anggota Kostrad, merupakan informasi yang menyesatkan.
“Ini sudah saya telusuri intelejen saya, tidak ada hal tersebut. Dan saya yakin dengan penyebaran informasi ini jelas ada keterlibatan pihak luar (asing) untuk mengadu domba dan memecah belah bangsa Indonesia,” kilah Panglima TNI usai jadi keynote speaker mengenai Keutuhan NKRI di hadapan ratusan mahasiswa Psikologi Unpad, Rabu (23/11/16).
Panglima mengungkapkan, informasi awal tentang adanya kabar Habeb Riziq dianiaya anggota Kostrad, berasal dari pesan WA berupa link berita media online. “Ada informasinya dari dua media online yang masih kami telusuri keberadaannya,” jelas Gatot.
Menyikapi maraknya isu-isu yang tidak jelas mengenai hasutan untuk memecah belah bangsa. Panglima TNI meminta seluruh komponen bangsa bersatu. “Indonesia tengah menjadi sorotan dunia, bukan hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga sumber daya alam yang melimpah. Sehingga kita harus waspada dan bersatu melalui Bhinneka Tunggal Ika. Karena banyak negara-negara di dunia ingin menguasai kekayaan alam Indonesia,” ungkapnya.