
CISARUA – Pelanggan air bersih dari BUMD PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) mengeluhkan pasokan air tidak mengalir selama dua hari. Kondisi ini terjadi disinyalir karena ditutupnya pipa air yang disalurkan dari sumber air Cijanggel oleh PT Bravo Delta Persada akibat utang Rp8 miliar yang belum dibayar oleh BUMD milik Pemkab Bandung Barat tersebut.
“Sudah dua hari air tidak ngocor ke rumah dan ini sudah kejadian yang ketiga kalinya dalam dua bulan terakhir,” kata Freni Mulya (36), warga Kampung Cilengkrang, Desa Pasirhalang, Kec Cisarua, KBB, Kamis (25/1/18).
Menurutnya, warga sudah kesal dengan kondisi ini terjadi pula di beberapa RW. Seperti di Kampung Cilengkrang, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, dan di RW 7,9, dan 11. Serta di Kampung Cipalih, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah.
Warga mengaku sudah bosan melaporkan hal ini karena setiap lapor tidak pernah direspons. “Sering saya lapor tapi tidak ada respons,” bebernya.
Dia menuturkan, kalaupun air mengalir, debitnya sangat kecil, dan itu pun waktunya sekitar pukul 01.00-04.00 WIB. Banyak warga yang akhirnya tidak kebagian air karena sedang pada tidur. Sementara di siang hari air sama sekali tidak ada. Tapi ironisnya suplai air ke perumahan justru tetap normal.
Freni mengaku sudah menjadi pelanggan air bersih dari PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) Bandung Barat sejak Januari 2017 dengan biaya pasang Rp2,5 juta. Setiap bulan dirinya rata-rata membayar iuran sekitar Rp40 ribu. Dengan kondisi air yang tidak mengalir ini, Freni dan para pelanggan lain yang ada di wilayahnya merasa dirugikan.
“Kami jadi curiga apakah debit air untuk warga ini dialihkan ke kompleks perumahan yang baru? Sebab sebelumnya tidak pernah terjadi,” ungkap Freni. (*)