Pedagang Seragam Sekolah di Bandung Sepi Pembeli

oleh -36 Dilihat
oleh
Siswandi, pemilik toko seragam Remaja di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung
Siswandi, pemilik toko seragam Remaja di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung

BANDUNG, Balebandung.com – Para pedagang seragam sekolah di Kota Bandung sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Padahal, tahun ajaran baru 2020/2021 akan segera dimulai.

Terlebih sejak pandemi membuat kegiatan belajar mengajar siswa dilakukan di rumah masing-masing dengan menggunakan sistem daring.

Siswandi (49) salah seorang pemilik toko seragam Remaja di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung mengaku penjualan seragam di tokonya mengalami penurunan yang sangat tajam sejak mewabahnya Virus Corona.

Diakui Siswandi, dalam beberapa bulan terakhir, penjualan seragam hanya lima sampai enam stel/hari. Biasanya, setiap jelang tahun ajaran baru yang jatuh pada bulan Juni tokonya miliknya dibanjiri para orang tua calon siswa.

“Dalam per hari biasanya saya mendapat omzet sekitar 15 juta, kalau sekarang hanya 500 ribu, itu juga jarang,” ungkap Siswandi saat ditemui Senin (22/6/2020).

Menurunnya hasil penjualan kata Siswandi tentu berdampak produksi di konveksinya, di mana dalam satu bulan biasanya bisa menghabiskan 20 gulung kain yang masing-masing memiliki panjang 100 meter, namun saat ini satu gulung pun sulit.

Akibatnya, lanjut Siswandi, pihaknya terpaksa merumahkan beberapa karyawannya terlebih dahulu yang berada di Cibeureum dan Tasikmalaya.

“Konveksi saya di Tasik ada 5 orang dan di Cigondewah lima orang sudah dirumahkan. Sekarang yang masih bekerja saudara-saudara saja atau keluarga,” jelas Siswandi.

Agar konveksinya tetap berjalan, Siswandi mengaku mencoba membuat masker guna mendapatkan pemasukan. Apalagi masker sedang banyak dicari orang sejak wabah virus Corona.

Hal senada diungkapkan Siti Aisyah (46) pengelola toko seragam sekolah Resko Cabang Kosambi, Kota Bandung. Menurutnya, sejak tokonya berdiri tahun 1975, baru tahun ini pendapatan menurun drastis.

“Kondisi sekarang lebih dari krisis moneter. Waktu Krismon tidak terlalu terasa dampaknya. Saat ini dampaknya sangat terasa, sekarang per hari seragam yang terjual hanya 10 stel per hari,” keluh Siti.***

Baca Juga  Skywalk Cihampelas Kandidat Destinasi Wisata Baru Terpopuler di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.