Pemasangan Lambang Kab Bandung di Trotoar Menuai Kecaman

oleh -30 Dilihat
oleh

logo-kab-bdg2SOREANG – Polemik pemasangan lambang Kabupaten Bandung pada tutup bak kontrol drainase pada trotoar Jalan Raya Al Fathu Soreang di depan Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung, terus bergulir. Selain tokoh masyarakat, Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Bandung, Agus Yasmin menyayangkan keteledoran tersebut.

“Ini sangat menyakitkan. Keteledoran ini harus diselidiki oleh Komisi C DPRD Kabupaten Bandung. Kalau komisi C tidak berani, itu sangat disayangkan. Jadinya keberanian Wakil Ketua DPRD Pak Yayat ini tidak diimbangi oleh keberanian komisi dalam mengawasi pembangunan di sini. Jika dengan kejadian ini komisi C tidak bergerak, saya kira perlu dievaluasi posisi mereka di Komisi C ini oleh para pimpinan di DPRD,” kata Agus yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung serta salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, Kamis (27/10/16).

Selain itu, lanjut Agus, dalam waktu dekat ini, Partai Nasdem akan meminta penjelasan resmi kepada anggota DPRD dari partainya. Pihaknya pun akan mempertanyakan fungsi pengawasan berbagai pembangunan infrastruktur oleh Komisi C terhadap mitra kerjanya di Pemkab Bandung.

“Tentu ini sangat mengecewakan dan menyakitkan. Lalu Komisi C selama ini kemana saja, kok tidak menjalankan fungsi pengawasannya? Saya juga akan meminta penjelasan dari anggota DPRD dari Partai Nasdem dan juga minta penjelasan resmi dari DPRD mengenai kinerjanya dalam hal ini komisi C yang saya anggap sangat lemah tak seberani Waki Ketua mereka,”ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Firman B Soemantri mengaku terkejut dengan adanya kabar tersebut. Firman mengaku baru mengetahui informasi ini setelah ramai menjadi pemberitaan di berbagai media massa. Langkah yang akan dilakukan pihaknya, akan segera mengecek kebenarannya. Jika benar, kata dia, tentu saja ini sangat keterlaluan, karena sebuah lambang tentunya harus dihormati dan ditempatkan secara layak.

Baca Juga  Bupati DS Siapkan Beasiswa Bagi Hafidz Quran Kurang Mampu

“Saya baru tahu ramai di berita, nanti akan kami cek. Sebenarnya bukannya kami tidak melakukan pengawasan. Cuma mereka itu kan melakukan pembangunan tidak menyampaikan secara detail pada kami, seperti untuk desain, model dan lainnya. Tentu saja kami kecewa dengan adanya kejadian ini, kok ceroboh sekali,” tukas Firman.

Pihaknya pun akan segera memanggil mitra kerjanya yakni Dinas Bina Marga guna mengklarifikasi sekaligus meminta pertanggungjawabannya. “Apakah ini sebuah kesengajaan atau kecerobohan, yang terjadi akibat lemahnya perencanaan dan pengawasan di internal PU Bina Marga,” kilahnya.

Firman melanjutkan, seandainya harus memakai penutup, kata dia, kenapa harus menggunakan lambang Kabupaten Bandung. Alangkah baiknya, jika memakai gambar atau desain lain. Jangan sampai, karena ingin terlihat bagus, tapi malah sebaliknya justru melecehkan lambang daerah sendiri.

“Kami akan segera memanggil mitra kerja, untuk meminta klarifikasi soal ini. Sekaligus meminta untuk segera diganti dan memberikan sanksi kepada mereka yang telah berbuat ceroboh dalam perencanaan pembangunannya,” tandas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.