Pemkab Bandung Bahas Pengembangan Desa Wisata di Pertemuan Apkasi

oleh -21 Dilihat
oleh

YOGYAKARTA, Balebandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung berencana untuk mengembangkan 100 desa wisata dengan sasaran mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Desa wisata itu bisa terbentuk dan bisa berjalan manakala ada keinginan dari arus bawah yang disinergikan dengan rencana program kerja pemerintah.

Demikian menurut Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, usai menghadiri giat pengembangan dan pengelolaan desa wisata berbasis potensi lokal dan wisata buatan bersama Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), di Hotel Jambu Luwuk Malioboro Yogyakarta, Jumat (7/10/2022) sore.

“Kita punya rencana pengembangan 100 desa wisata di Kabupaten Bandung ini dilihat berdasarkan hasil survei dan kajian. Pertama, bukan desa wisata yang baru, tapi sudah kelihatan ada di masing-masing desanya,” kata Bupati Bandung.

Menurut bupati, dengan pola kebersamaan dan kekompakan, baik dari masyarakat sebagai yang punya keinginan, dan pemerintah daerah men-support, sehingga akan cepat terlaksana dari rencana pengembangan desa wisata tersebut.

“Insya Allah tahun depan, kita akan mendorong juga beberapa tempat lokasi, termasuk desa wisata di bidang infrastruktunya kita perkuat. Makanya, nanti malam (Jumat malam) kita akan mapping dengan DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Kabupaten Bandung. Masing-masing kecamatan, mana daerah-daerah wisata,” kata Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.

Setelah mapping, imbuh akan dibahas pula dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung dan para kepala desa, mana yang harus di-support oleh Pemkab Bandung.

Tapi dengan catatan tadi, bahwa wisata ini bisa terbentuk manakala ada keinginan dari arus bawah. Tapi keinginan arus bawah ini, tentu melihat dari beberapa potensi.

“Tapi kita akan lebih cenderung bagaimana untuk memaksimalkan tempat-tempat wisata yang sudah ada saat ini dan peluang. Contoh di Cipelah Rancabali. Alhamdulillah, kita juga ada program infrastruktur peningkatan kualitas pembangunan jalan yang nyambung ke arah Cianjur tahun depan. Mudah-mudahan ini juga bisa menyokong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ucap Kang DS.

Baca Juga  Cabup Bandung Kurnia Agustina Ingin Bangun Pusat Produk Tekstil

Ia mengakui pihaknya juga sudah meminta kepada beberapa daerah, termasuk ke PT Perkebunan Nusantara VIII dan juga Perhutani, untuk akses jalan untuk diperlebar.

“Kalau akses jalan diperlebar, ini juga bisa mempercepat perkembangan dan ada beberapa titik destinasi wisata yang akan saya kembangkan. Hanya saat ini, saya lagi menunggu konsultan, saya juga sudah minta ke Pak Kadis dan Pak Sekdis, segeralah konsultan wisata untuk diskusi dengan saya. Mana yang kira-kira bisa disinergikan, disesuaikan dengan kondisi eksisting yang pada akhirnya saling menopang,” tuturnya.

Terkait wisata buatan, menurutnya kalau misalkan lokasi tersebut ternyata potensinya sangat luar biasa, yang menjadi masalah adalah tidak ada keinginan masyarakat.

“Ini yang kita dorong, apakah membawa investor, ini kan bisa saja seperti itu. Sehingga nanti setelah ada investor, seperti salah satunya Nimo Highland Pangalengan, orang kan tidak memprediksi bakal booming tempat wisata itu. Setelah kita hadirkan, ternyata itu menambah lapangan kerja. Terus pendapatan juga luar biasa, itu salah satu contoh,” ungkapnya.

Kang DS pun sudah mempraktekan dua lokasi wisata buatan, yang pertama Nimo Highland Pangalengan, dan yang kedua Jembatan Rengganis Rancabali, jembatan terpanjang di Asia Tenggara.

“Itu contoh sukses kan. Nanti kita arahkan, mana yang masuk desa wisata, dan mana yang sifatnya go internasional akan saya kembangkan, dan saat ini baru dua lokasi wisata. Tahun depan kita akan buka lagi,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Aten Sonadi mengatakan, Bupati Bandung punya target pengembangan 100 desa wisata di Kabupaten Bandung.

“Dan saat ini kita sudah menetapkan 50 desa rintisan. Artinya bahwa desa wisata ini salah satu kekuatan mendorong kearifan lokal,” kata Aten.

Baca Juga  Dalam 3 Tahun, 50 Kompleks Perumahan Diserahterimakan ke Pemkab Bandung

Aten juga menyadari pentingnya pariwisata keberlanjutan (sustainable tourism) pada kegiatan desa wisata tersebut.

“Makanya kekuatan kita, mengubah cara bukan dari top down, tapi dari partisipasi masyarakat atau keinginan masyarakat. Keinginan masyarakat semakin tinggi dan semakin kuat, maka kita akan dorong dan lakukan hal itu,” kata dia.

Dari kegiatan tersebut, kata Aten, bahwa pihaknya ingin menghadirkan sebuah desa wisata yang punya kearifan lokal. “Punya potensinya dikembangkan, lalu orang bisa hadir ke desa itu, sehingga menambah kepariwisataan,” ujarnya.

Aten menyebutkan, yang sudah memiliki potensi alam, dikembangkan menjadi sebuah destinasi yang lebih baik.

“Dan yang belum ada, tetapi punya potensi, kita juga bisa dikembangkan menjadi wisata buatan. Namun demikian, bahwa desa wisata itu, akan mendorong kearifan lokal budaya yang ada. Ada kulinernya, seni budaya, dan lainnya itu merupakan bagian yang perlu kita kembangkan,” sebutnya. Tentunya, imbuh dia, dalam kontek membangun desa wisata di Kabupaten Bandung.

“Kami atas nama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, terima kasih atas dukungan Pak Bupati terhadap pengembangan desa wisata, pariwisata dan budaya di Kabupaten Bandung,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.