
SOREANG – Dinas Industri dan Perdagangan Jawa Barat, Dinas Perdagangan dan Industri (Disperin) Kabupaten Bandung dan Bulog menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di 4 kecamatan, yaitu Paseh (4/6), Ibun (5/6), Nagreg (6/6) dan Cilengkrang (8/6).
Kepala Disperin Kab Bandung Dra. Popi Hopipah, M.Si mengatakan OPM pada Ramadhan tahun ini menyediakan sebanyak 13.000 paket bersubsidi, yang mana tiap paketnya terdiri dari 5 kg beras, 3 liter minyak goreng dan 3 kg gula pasir.
“Kita hanya mengambil tiga macam kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas). Sedangkan untuk daging sapi dan telur resikonya terlalu besar, sehingga tidak kami sediakan. Sebanyak 13.000 paket tersebut dibagi ke empat kecamatan dalam jumlah paket yang tidak sama, karena berdasar pada data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Dinas Sosial,” terang Popi di GOR LA Desa/Kec Paseh, Selasa (6/6/18).
Kadispertin menjelaskan, kepok bersubsidi tersebut dipatok dengan harga jauh di bawah harga pasar. “Harga beras Rp.6.500.-/5 kg, minyak goreng Rp. 7.000,-/3 liter dan gula pasir Rp. 6.000,-/3 kg. Sedangkan untuk harga per paket Rp. 66.000,- dari harga normal Rp. 137.500,-. Ini artinya KPM menerima subsidi sebesar Rp. 71.500,- untuk setiap paketnya,” urai Popi.
Agar OPM tersebut tepat sasaran dan cepat tersampaikan kepada para KPM, 13.000 paket itu langsung didistribusikan ke tiap desa di 4 kecamatan tadi.
“Masing-masing kepala desa sudah kami informasikan, sedangkan untuk Kecamatan Paseh sekitar 4.000 paket, kemarin sudah disampaikan langsung kepada warga yang datang. Karena kemarin Bupati hadir langsung untuk launching kegiatan OPM ini,” tambahnya.
Sementara itu ditemui usai mengikuti Teleconference persiapan Idul Fitri di Conference Center Polres Bandung, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H, S.Ip, M.Ip mengatakan, OPM yang di-launching-nya pada Senin (4/6) kemarin di GOR LA Desa Kecamatan Paseh merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.
“Setiap tahun di bulan Ramadhan Pemkab Bandung selalu mengadakan OPM, ini sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Terutama untuk ekonomi menengah ke bawah,” ucap Bupati. ***