Pemkab Siap Bangun 4 IPAL Terpadu

oleh -41 Dilihat
oleh
Bupati Bandung Dadang M Naser saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Citra Bangun Selasar (CBS) Kab Bandung bersama PT Adhi Karya tentang pembangunan IPAL Terpadu, di Rumah Jabatan Bupati Bandung di Soreang, Selasa (1/1/19). by iwa/bbcom
Bupati Bandung Dadang M Naser saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Citra Bangun Selasar (CBS) Kab Bandung bersama PT Adhi Karya tentang pembangunan IPAL Terpadu, di Rumah Jabatan Bupati Bandung di Soreang, Selasa (1/1/19). by iwa/bbcom

SOREANG, Balebandung.com – Pemkab Bandung dalam waktu dekat akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu di empat titik di Kabupaten Bandung. Keempat titik tersebut antara lain dua di Kecamatan Majalaya, satu di Cisirung Dayeuhkolot dan satu lagi di Rancaekek.

Bupati Bandung Dadang M Naser menyatakan pembangunan keempat IPAL Terpadu tersebut sebagai salah satu wujud keseriusan Pemkab Bandung dalam mengatasi permasalahan lingkungan terutama limbah pabrik yang banyak mencemari air sungai.

“Dalam pembangunan keempat Ipal Terpadu ini kita prioritaskan untuk penanganan masalah lingkungan terutama soal limbah pabrik. Meskipun nantinya kita akan mendapatkan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dengan dibangunnya keempat Ipal ini. Tapi kita bukan ngejar profitnya dulu, tidak profit oriented, tapi mengejar bagaimana masalah lingkungan ini bisa tertangani,” kata bupati kepada wartawan di Rumah Jabatan Bupati Bandung di Soreang, Selasa (1/1/19).

Hal itu dikatakannya usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Citra Bangun Selasar (CBS) Kab Bandung bersama PT Adhi Karya. Dalam pembangunan IPAL ini Pemkab Bandung melalui PT CBS akan menyediakan lahan di mana setiap titik membutuhkan lahan seluas sekitar dua sampai tiga hektare. Sementara untuk pembangunan fisik infrastruktur dilakukan PT Adhi Karya.

“Jadi yang Ipal Terpadu di Cisirung Dayeuhkolot itu harus dipindah ke lokasi yang baru karena yang ada saat ini instalasinya selalu tergenang banjir kalau di musim hujan karena lahannya berada di bawah permukaan sungai,” jelas Dadang Naser.

Bupati mengakui untuk membangun satu Ipal bagi perusahaan biayanya sangat mahal. Maka dengan dibangunnya Ipal Terpadu ini bisa digunakan bersama oleh industri sehingga lebih efisien.

Direktur Utama PT CBS Aditya Yudistira menambahkan, rencana pembangunan keempat Ipal Terpadu tersebut saat ini sedang dalam tahap feasibility studies yang dilakukan PT Adhi Karya. “Direncanakan pembangunan fisik dimulai akhir 2019 sehingga tahun 2020 sudah mulai beroperasi,” ujar Yudi.***

Baca Juga  Pembangunan IPAL Terpadu oleh Perusahaan Tiongkok di KBB Batal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.