Pengamat Lingkungan Unpad; Turkamling Hasanah Solusi untuk Lingkungan

oleh -26 Dilihat
oleh
Kang Hasan-Kang Anton Amanah (Hasanah). by HMC

BANDUNG – Guru Besar dan Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Padjadjaran Chay Asdak mengutarakan program yang digulirkan pasangan Hasanuddin-Anton Amanah (Hasanah) untuk menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan di Jawa Barat khususnya persoalan Sungai Citarum dan air, sangat terukur dan realistis.

Hal itu disampaikan Chay usai menyaksikan Debat Kedua Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, yang digelar KPU Jabar di Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5/18).

Chay mengutarakan, program Infrastruktur, Keamanan dan Lingungan (Turkamling) Hasanah sangat sederhana namun bisa konkrit direalisasikan untuk mengurangi banjir yang diakibatkan kondisi hulu Citarum dan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh ratusan perusahaan yang beroperasi di bantaran Sungai Citarum.

Menurut Chay, setidaknya ada tiga masalah yang menyebabkan banjir, erosi dan kekurangan air yakni alih fungsi lahan, degradasi hutan dan pertanian tidak konservatif.

Chay mengungkapkan alih fungsi lahan dari Kawasan Lindung menjadi Kawasan Budidaya (hotel/resort, pemukiman dam pertanian) sampai saat ini sudah mencapai 30% dari RTRW. Sementara isu pencemaran dari sekitar 3.236 Pabrik tekstil, 90% tidak memiliki Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL).

Salah satu yang digarisbawahi oleh Chay adalah keinginan Cagub Kang Hasan yang akan memodifikasi tanaman yang berada di hulu Citarum untuk mengurangi sedimentasi.

“Untuk masyarakat petani di lahan miring harus mempertimbangan prinsip-prinsip konservasi tanah dan air,” jelas Chay lagi.

Petani mesti diberikan pemahaman, tanaman yang menguntungkan dan penting keberlangsungan sungai adalah dengan tanaman yang bisa menahan air, misalnya pohon kopi. “Dan agar masyarakat mau, pemerintah harus memberikan insentif kepada mereka,” kata Chay yang mengambil gelar Phd di Jerman itu.

Ia juga menyoroti rencana pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu, dengan membuat saluran-saluran mata air untuk menahan debit air.

Baca Juga  Ngopi Bareng Milenial Bekasi, Kang Hasan Siap Kembangkan Kreatifitas Anak Muda

Chay menambahkan, dari sekian program yang ditawarkan Hasanah yang membuat dirinya kepincut dengan pasangan Hasanah adalah jaminan untuk menegakan hukum dalam menindak perusahaan-perusahaan yang membuang limbah industri ke Sungai Citarum.

“Saya rasa yang kita tunggu itukan komitmen dan berani menegakan hukum. Karena disanalah, persoalan isu Citarum paling besar. Dengan latarbelakang Kang Hasan dan Kang Anton saya rasa beliau mampu,” jelas Chay.

Seperti diketahui pasangan nomor urut 2, Hasanah, dalam debat publik yang diikuti oleh semua Paslongub Jabar, mengungkapkan keyakinannya mampu menyelesaikan persoalan lingkungan khususnya Citarum jika diamanahi untuk memimpin Jawa Barat.

Dalam persoalan Citarum, Kang Hasan mengklasifikasikan ke dalam tiga masalah yakni, masalah di Hulu, Tengah dan Hilir. Di Hulu pihaknya akan melibatkan masyarakat agar mau mengganti tanaman yang dianjurkan, yaitu tanaman yang mampu meresap air.

Pasangan Hasanah juga akan melakukan reboisasi terhadap titik-titik yang dianggap kritis. Sementara di bagian tengah, bersama wakilnya, Anton Charliyan (Kang Anton) akan mengajak setiap masyarakat yang membuang sampah ke Citarum untuk mengelola sampah dengan baik.

“Juga melakukan penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang membuang limbah industrI,” tegas Kang Hasan usai debat.

Sementara di bagian hilir Pasangan Hasanah ini memberikan jaminan nihil polusi dan debet air yang terjaga, khususnya di Danau Saguling, Cirata dan Jatiluhur.

“Saat ini di Sungai Citarum terdapat 20 ribu ton sampah dan 2.800 ton limbah industri masuk setiap harinya. Sementara program-program yang digulirkan pemerintah daerah gagal,” jelas Kang Hasan.

Purnawirawan Jenderal Angkatan Darat itu kemudian mencontohkan keterlibatan Pangdam Siliwangi dalam tiga bulan telah menunjukan hasil. “Artinya membutuhkan keberanian dan ketegasan dalam upaya menyelesaikan masalah Citarum,” tegas Kang Hasan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.