SOREANG, Balebandung.com – Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatana (Kang DS) berharap pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan, bisa berjalan dengan lancar. Apalagi, katanya, masa kerja Bupati dan Wakil Bupati Bandung terpilih sejak dilantik nanti akan terpotong satu tahun.
“Masa kerja saya selama lima tahun akan terpotong satu tahun, karena pada 2025 akan berlangsung Pilkada serentak, karena itu saya akan mempercepat pogram kerja,” kata Kang DS sapaannya, Jumat (9/4/2021).
Kang DS mengungkapkan hal itu saat menghadiri Pelantikan Ketua PWI Kabupaten Bandung periode 2020-2023, H Rahmat Sudarmaji dan pengurus lainnya, hasil Konferensi Wilayah PWI Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu, di Gedung Sekretariat PWI Kabupaten Bandung, Soreang.
Kang DS berharap, dalam menjalankan roda pemerintahannya nanti bisa bersinergis dengan wartawan dalam membangun Kabupaten Bandung. Bahkan Kang DS siap dikritik media bila dalam menjalankan pemerintahannya ada hal yang perlu dikritik. “Masukan dan informasi dari teman-teman (wartawan) sangat penting. Silahkan kritik saya dan mudah-mudahan saya bisa menperbaiki kritikan teman-teman tersebut,” kata Kang DS.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung terpilih menyampaikan program kerja 99 hari setelah pelantikan nanti. Terutana janji-janjinya saat pencalonan.
Menurut Kang DS, dalam melaksanakan program 99 hari kerja akan melakukan percepatan program-program. Terutama yang belum terakomodir di APBD Kabupaten Bandung tahun 2021.
Diantaranya, program normalisasi dan revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan anak Sungai Citarum. Seperti di daerah Rancaekek, Cikancung dan Bojongsoang.
“Kami kemarin sudah jalan-jalan di empat titik kecamatan, yaitu Bojongsoang, Majalaya, Rancaekek, Cikancung, prinsipnya saya mengajak kepada para pengusaha yang ada di wilayah sekitar dan termasuk masyarakat untuk bersama-sama gotong royong membangun daerah-daerah yang rawan bencana,” ucapnya.
Kedua, tutur Dadang Supriatna, yang masuk 99 hari kerja yaitu akan mempercepat pembuatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Karena hal ini juga menyangkut masalah perijinan yang harus segera dilakukan oleh pemerintah sekarang,” katanya.
Kemudian dalam rencana kerja 99, ia akan melakukan reformasi birokrasi. “Saat ini ada 130 pejabat daerah yang tentunya ini perlu segera dilakukan perbaikan dan penempatan, bahkan ada lima kepala dinas yang kosong, dua staf ahli dan tujuh jabatan yang sudah pensiun, termasuk ada juga beberapa para Kabid. Ini juga harus segera dilakukan,” paparnya.
Ketiganya, kata Dadang, akan segera membuat regulasi terkait RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) dan merubah beberapa buah Raperda (rancangan peraturan daerah). Baik tentang insentif guru ngaji, insentif RT, RW, maupun peningkatan ekonomi bagi para petani.
Selanjutnya akan mengusulkan rencana pembangunan rumah sakit di beberapa daerah yang diharapkan bisa direalisasikan tauhun 2022. Termasuk mengoptimalkan peran RT, RW dan Siskamling.
Selain itu, papar Kang DS, segera mewujudkan pembangunan jalan Tol Soreang-Ciwidey yang menjadi impiannya jauh sebelum dia mencalonkan Bupati Bandung. Karena daerah Pacira (Pasirjambu-Ciwodey-Rancabali) ini, menurut Kag DS, sangat berpotensi, terutama sebagai daerah tujuan wisata.
“Karena itu saya harap bantuan dan sinergitas rekan-rekan media dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Bandung ini,” imbuh Kang DS.*** (DR)