
PEREMPUAN AMANAT NASIONAL (PUAN) lahir hampir berbarengan dengan lahirnya Partai Amanat Nasional, atas prakarsa para tokoh PAN yang merasa perlu adanya wadah yang dapat secara khusus konsentrasi dalam masalah keperempuanan.
PUAN sebagai sayap partai sangat dibutuhkan untuk penjaringan dan perekrutan massa yang dianggap sulit dilakukan secara langsung oleh PAN. Dengan demikian PUAN telah berkiprah dan bersama-sama berjuang dan ikut menikmati masa kejayaaan, juga ikut merasakan masa-masa sulit yang dilalui PAN. Hal ini pula terjadi pada PUAN Jawa Barat.
Teriring dengan berhembusnya pengarusutamaan gender yang menjadi alasan mengapa PUAN menjadi salah satu sayap partai (ortom) penting dalam pemenangan PAN. Terlebih dengan aturan tentang keterwakilan kaum perempuan yang mengharuskan berjumlah minimal 30%, baik dalam kepengurusan partai maupun dalam calon legislatif yang diusung oleh partai.
Hal tersebut merupakan kesempatan sekaligus tantangan bagi kaum perempuan untuk menunjukan jatidirinya dalam berpolitik dan menjadi bagian dari perhelatan serta persaingan di kancah politik melalui partai sebagai wadah organisasi tertingginya. Maka segala aktifitas perjuangan, kiprah, potensi serta kreatifitas perempuan teruji.
Meski jumlah (kuantitas) perempuan yang berpendidikan tinggi dapat dikatakan sudah hampir seimbang dengan kaum pria, namun masih sangat sedikit perempuan yang berafiliasi terhadap dunia politik, sehingga politik Indonesia masih didominasi oleh kaum pria.
Sementara asprirasi kaum perempuan nyaris tidak terakomodir. Hal ini cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian khusus Puan Jabar untuk menghadirkan para perempuan hebat yang mampu bergerak dan berjuang demi kemajuan bangsa melalui PAN.
Keyakinan tersebut dilandasi oleh pemikiran bahwa perempuan adalah makhluk spesial yang diciptakan Allah dengan segala kelebihannya.
1. Alllah tiitpkan rahim di dalam tubuhnya agar ia dapat menyimpan janin yang kelak akan menjadi generasi penerus, sekaligus menyayanginya sejak dalam kandungan. Itulah mengapa rasa kasih sayang seorang ibu itu sangatlah besar.
2. Allah berikan kemampuan multitasking yang sangat hebat bagi perempuan di mana seorang perem puan mampu mengerjakan tugas yang banyak dalam waktu yang berasamaan, dan semua itu mampu dilakukannya, dan tuntas.
3. Perempuan sebagai pilar dalam keluarga memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mencetak generasi yang hebat. Di balik kesuksesan sang suami tentu ada perempuan hebat, di balik kesuksesan seorang anak tentu ada seorang ibu yang hebat, sebagai mana yang tercantum dalam sebuah hadis;
“Wanita adalah tiang negara, apabila wanita itu baik maka negara akan baik, dan apabila wanita itu rusak, maka negara akan rusak pula.”
Melakukan berbagai peranan adalah biasa. Tapi memposisikan diri kita sesuai dengan peranan merupakan hal yang perlu dipelajari dan diperhatikan. Kemampuan menempatkan posisi kita secara proporsional akan memberikan kenyamanan dalam bersikap dan bersosialisasi dengan siapapun. Orang akan lebih mudah menerima kita karena kita mampu menempatkan diri secara profesional.
Tak dapat dipungkiri bahwa kemampuan proprsional ini tidaklah mudah, karena kita seringkali menyamaratakan setiap kondisi sesuai apa yang kita mau. Padahal di saat kita tidak mampu menyesuaikan diri dan menempatkan diri kita pada posisi yang benar adalah satu tindakan yang akan menyulitkan diri kita sendiri.
Peran aktif kita dalam berbagai hal yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Hal ini akan sangat dimungkinkan dapat dilakukan oleh perempuan hebat yang memposisikan dirinya dalam posisi yang tepat.
Puan Jabar mencoba menjawab keprihatinan tersebut menjadi sebuah tantangan perlu segera diselesaikan, sosialisasi tentang politik perempuan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar ataupun sarasehan perlu segera dilakukan. Hal ini dibutuhkan untuk menumbuhkembangkan para perempuan yang memiliki pengetahuan yang luas tentang dunia politik.
Dalam programnya Puan Jabar mencoba menggali seluruh potensi perempuan yang ada di Jawa Barat untuk menemukan dan menguatkan perempuan hebat dan bukan perempuan biasa, yang cantik, cerdas. Kreatif, inovatif dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar para perempuan mampu bersaing, bahkan mampu bertarung dalam mencapai tujuannya memperoleh kekuasaan yang diperebutkannya di dunia politik yang digelutinya.
Puan Jabar merasa perlu menjabarkan dan mensosialisasikan perempuan jaman “now” seperti apakah yang dinantikan dan diharapakan untuk bisa menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang berkualitas, bangsa yang mandiri dan bangsa yang hebat. Tentu saja perlu adanya upaya untuk menjadikan Perempuan Amanat Nasioanal menjadi perempuan yang membanggakan. [*]
by Tuti Kusmiati Nurjanah, Ketua DPW Puan Jabar.