
BALEKOTA – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan Pemkot Bandung hanya akan memfasilitasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tercatat pada basis data awal untuk bisa berjualan di Skywalk Cihampelas.
Walikota tidak ingin ada oknum-oknum yang mengambil hak para pedagang tersebut. “Kalau ada pihak ketiga, saya lawan,” tandas Ridwan di Balai Kota Bandung, Senin (30/01/2017).
Pemkot sudah menyiapkan 192 kios untuk ditempati para PKL. Jumlah tersebut sesuai dengan banyaknya pedagang yang tertera pada daftar yang dimilikinya. “Yang kami pasang sementara saya paskan dengan pedagangnya,” terang Emil.
Sementara itu, jika ada PKL yang ingin tetap berjualan di Cihampelas, ia tengah menyiapkan pembangunan Skywalk tahap dua. Saat ini, proses tersebut sedang tahap lelang. Nantinya, Skywalk akan diperpanjang hingga ke Jalan Layang Pasupati. “Saya hanya akan memfasilitasi yang 192 saja. Yang lain-lain silakan, tapi tunggu Skywalk jilid dua,” tukasnya.
Di Skywalk tahap dua, Ridwan merancang agar produk-produk yang dijual lebih bervariasi. Akan ada ruang-ruang dengan konsep yang ditujukan untuk meraih pasar menengah ke atas dan menengah ke bawah sehingga seluruh lapisan masyarakat bisa turut menikmati fasilitas tersebut
Agar lebih mengukuhkan kesepahaman dengan para pedagang, Ridwan telah mengundang mereka ke kediamannya guna menandatangani kesepakatan bersama. Hal tersebut untuk memperteguh komitmen kedua belah pihak dan mencegah ada campur tangan pihak ketiga yang bisa merugikan para pedagang. “Ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bandung tidak pernah menggusur PKL tanpa solusi,” ucapnya.
Mulai hari Selasa, 31 Januari 2017, para pedagang sudah bisa memindahkan barang dagangannya ke tempat-tempat yang telah disediakan. Pada hari Kamis, 2 Februari 2017, para pengunjung sudah bisa membeli produk-produk Bandung yang dijajakan di sana.
Sementara itu, peresmian oleh Ridwan Kamil direncanakan akan dilaksanakan pada akhir pekan ini, menyesuaikan dengan agenda wali kota. “Supaya bisnis mereka tidak terkendala,” pungkasnya.