
BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat akan menggandeng sejumlah komunitas masyarakat seperti LSM, Ormas, dan santri untuk mencegah aksi terororisme terhadap masyarakat dan anggota Polri.
Mengingat aksi terorisme tersebut diawali oleh tersebarnya paham radikalisme, sehingga membutuhkan kerjasama dan peran serta masyarakat untuk mencegah penyebaran paham tersebut.
Hal tersebut ditandaskan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlyan saat apel penyambutan kedatangan personil Brimob Polda Jabar, yang sebelumnya ditugaskan di wilayah pegunungan Jaya Wijaya Provinsi Papua, Kamis (6/7/17).
Kapolda menghimbau anggotanya agar tetap waspada terhadap bahaya baru yakni aksi terorisme yang kini mulai menyasar personil Polri. Apalagi menurutnya Jawa Barat jadi salah satu kantong tempat bermukimnya para pelaku aksi terorisme yang sebelumnya pernah terjadi.
“Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi dan mencegah aksi terorisme terjadi, Polda Jabar akan menggandeng sejumlah komunitas masyarakat, mulai dari LSM, Ormas, hingga santri dari sejumlah pesantren,” kata Anton.
Dengan menggandeng sejumlah komunitas masyarakat, imbuh Anton, diharapkan bisa mencegah tersebarnya paham radikalisme, sebagai pemicu utama timbulnya aksi terorisme.
Selain itu, untuk mencegah aksi teror yang menyasar personil kepolisian, Kapolda juga telah meningkatkan pengamanan sejumlah markas kepolisian, serta mempersenjatai personil yang memang telah layak memegang senjata. by TAM