
GEDEBAGE, Balebandung.com – Sebuah tayangan video beredar viral di media sosial, di mana sekelompok orang yang disebutkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang mengumandangkan adzan dengan menyelipkan ‘Hayya Alal Jihad’.
Menyikapi video tersebut, polisi turun tangan mendalami motif sekelompok orang yang mengumandangkan adzan tersebut. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, saat ini pihak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Majalengka sudah melakukan pertemuan termasuk dengan MUI dan Kementerian Agama.
“Ini justru masih didalami oleh penyidik Polres Majalengka,” kata Kabid Humas Polda Jabar kepada wartawan, Kamis (3/12).
Kombes Pol Erdi mengakui piaknya masih mendalami, ada beberapa orang yang melafadzkan adzan dengan ada perbedaan, yang tidak sesuai dengan aturan islamnya.
“Ini yang ada di Majalengka, khususnya Forkopimda, MUI Kabupaten Majalengka, Kemenag-nya sudah melakukan rapat koordinasi di Polres Majalengka,” ungkap Erdi.
Hasil dari pertemuan tersebut, kata Erdi, mereka menyatakan adzan yang diselipkan ajakan jihad itu menyalahi syariat islam.
“Dari hasil penyampaian tersebut menyatakan, memang dalam syari’at islam itu tidak dibenarkan. Dan sekarang ini juga, kita ketahui bersama bahwa para pelaku tersebut sudah melakukan permintaan maaf,” jelas Erdi.
Tetapi intinya, imbuh dia, Forkopimda Majalengka mengklarifikasi kondisi yang sudah viral.Dari MUI dan Kemenag setempat menyatakan bahwa itu bukan syariat islam. “Ini akan diluruskan dan hasil pertemuan itu adalah untuk menjaga kondusifitas Majalengka,” ujar Erdi.
Erdi juga mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak terpancing terhadap video adzan tersebut. “Dengan situasi pandemi ini rentan informasi yang tidak benar dan perlu diklarifikasi. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengecek info sebenarnya, dan percayakan ke aparat untuk menanganinya. Kami akan selesaikan secepatnya agar kondisi tetap tenang dan kondusif,” terangnya.
Sebelumnya, beredar viral di medsos video rekaman sekelompok orang yang mengumandangkan adzan. Namun, dalam adzan tersebut diselipkan kata ‘Hayya Alal Jihad.’ Kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Majalengka.
Dalam video berdurasi 43 detik itu, terlihat ada tujuh orang yang mengumandangkan adzan. Satu orang sebagai muazin mengumandangkan adzan dengan menyelipkan kata ‘Hayya Alal Jihad’, kemudian diikuti enam orang jemaah lainnya.***