Puseur Olahraga Si Jalak Harupat Bukan Buat PON

oleh -28 Dilihat
oleh
Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi komedian Sule, saat soft launching Gelora Sabilulungan si Jalak Harupat (GSJ), Sabtu (20/8) malam. by rf/ist
Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi komedian Sule, saat soft launching Gelora Sabilulungan si Jalak Harupat (GSJ), Sabtu (20/8) malam. by rf/ist

SOREANG – Seluruh venue yang berada di Kabupaten Bandung siap digunakan untuk PON XIX Jawa Barat pada September mendatang. Meski demikian, berbagai venue yang baru dibangun di kawasan Stadion Si Jalak Harupat ini bukan hanya diperuntukkan untuk penyelenggaraan PON.

”Berbagai venue ini dibangun untuk menjadikan kawasan olahraga si Jalak Harupat menjadi Puseur Olahraga. Bukan hanya sepakbola dan bukan lantaran ada PON,” ungkap Bupati Bandung Dadang M Naser saat soft launching Gelora Sabilulungan si Jalak Harupat (GSJ), Sabtu (20/8/16) malam.

Menurut bupati, berbagai bangunan saranan olahraga ini dibangun untuk meningkatkan potensi SDM masyarakat Kabupaten Bandung di bidang olahraga, termasuk untuk meningkatkan potensi ekonomi masyarakat sekitar.

Ada beberapa gedung yang baru dibangun. GSJ ini misalnya, merupakan sarana olahraga indoor yang bisa digunakan untuk volley, basket, bulu tangkis, hingga tenis. Kapasitas penontonnya mencapai 6.000 penonton, terbesar dari sarana indoor yang ada di Jawa Barat.

Tak hanya GSJ, Puser Olahraga ini juga memiliki bangunan gymnastium yang bisa digunakan untuk angkat besi, angkat berat dan bina raga. Bangunan yang baru dibangun lainnya adalah kolam renang dengan tribun penonton. ”Semua bangunan yang baru ini berstandar internasional,” ungkap Dadang.

Beberapa bangunan baru ini melengkapi berbagai fasilitas olahraga yang sudah dibangun sebelumnya, yaitu Stadion sepak bola Si Jalak Harupat, lapangan hockey, dan panahan.

Seperti diketahui, terdapat 10 venue PON XIX yang berada di Kabupaten Bandung, yaitu volley ball, softball, panahan, polo air, hoki, angkat berat, angkat beban, binaraga, panahan, sepakbola. Kedelapan venue ini berada di kawasan Puseur Olahraga si Jalak Harupat. Sedangkan venue binaraga bertempat di Gedong Budaya Sabilulungan dan aeromodelling berlokasi di Lanud Sulaiman.”Semifinal dan final sepak bola, nanti akan bertempat di Stadion si Jalak Harupat,” ungkap Dadang.

Baca Juga  Kabid SMP Disdik Kab Bandung Bersama 3 Kepsek Kena OTT Satgas Saber Pungli Jabar

Puseur Olahraga si Jalak Harupat ini bertempat di lahan seluas 65 hektare. Rencana awal, kata Dadang, kawasan olahraga ini akan dibangun di lahan seluas 120 hektare. Sisa lahan dalam proses pembebasan. ”Ke depan kita akan bangun akademi sepakbola, bulutangkis, dan berbagai cabang olahraga lainnya di sini,’ ‘tegas Dadang.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung, Ahmad Djohara menyebutkan dari 65 hektare kawasan Puseur Olahraga si Jalak Harupat, 90 persennya sudah dibangun. Selain bangunan sarana olahraga, kata Ajo, sapaan Ahmad Djohara, di kawasan ini juga dibangun fasilitas penunjang seperti jalan dan lahan parkir yang representatif.

”Kami juga sudah membangun danau buatan. Selain sebagai tempat penampungan air, dana juga akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata,”ungkap Ajo.

Sementara itu, saat seremoni sof launching berupa tarian tradisional tengah berlangsung, penonton dikejutkan dengan kehadiran Sule, komedian yang terkenal lewat Opera Van Java, yang mendadak muncul dari belakang panggung. Sule langsung ikut menari bersama para penari.

”Saya datang ke sini karena diminta untuk menjadi Duta Budaya Kabupaten Bandung,”ungkap pria yang bernama asli Entis Sutisna ini.

Pria yang sempat berdomisili di Cicalengka ini mengaku akan membantu mengenalkan berbagai potensi budaya Kabupaten Bandung, termasuk keberadaan Puseur Olahraga si Jalak Harupat ini ke tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.