
BANDUNG – Depimnas RèJO-Relawan Jokowi menggelar halal bihalal Idul Fitri 1439 H bersana Prof Mahfud MD, di Jakarta Pusat, Senin (25/6/18). Acara dihadiri Ketua Umum ReJO HM Darmizal MS didampingi Waketum Mudhofir Khamid, Sekjen Ferari Roemawi, Abdurrahman Abdullah dan pengurus teras RèJo lainnya.
Ketua Bidang Komunikasi Politik dan Isu Kotempoter ReJO, Abdurrahnan Abdullah mengatakan, silaturahim ini bertujuan untuk mendapatkan pencerahan dari Prof Mahfud MD atas berbagai hal, seperti ketatanegaraan, Pemilu, Pilkada dll.
“Pencerahan ini guna penguatan pengetahuan pengurus RèJO dalam menjawab kebutuhan di tahun politik yang semakin hangat. RèJO juga harus mampu memberikan pencerahan kepada rakyat. Bahwa RèJO anti fitnah dan anti hoax, karena finah dan hoax adalah musuh besar Jokowi dan kita semua yang harus menyingkirkannya,” kata Abdullah.
RèJO sebagai kelompok relawan yang didirikan untuk tujuan menghantar kembali Presiden Jokowi menuju kemenangan di Pilpre 2019, juga telah memiliki kepengurusan secara nasional bahkan luar negeri, merasa perlu untuk bertemu dengan tokoh mumpuni seperti Prof Mahmud, agar seluruh pengurus RèJO mampu memahami dan menjalankan dengan baik perannya sebagai rèlawan.
Ketua Umum RèJO HM Darmizal MS mengatakan pembangunan berkelanjutan adalah satu keniscayaan bagi Indonesia. Kita telah melihat dan merasakan betapa cepatnya gerakan Pak Jokowi dalam membangun infrastruktur Indonesia disejalankan dengan pembangunan sektor lain “Kerja kerja kerja”.
RèJO ingin pembangunan yang sudah sangat baik ini dapat berlanjut dan bahkan semakin cepat pelaksanaannya, sehingga pasca 2024, Indonesia di bawah komando presiden berikutnya benar-benar tinggal landas makmur dan sejahtera.
“Pembangunan yang sekarang berjalan cepat, terstruktur dan simultan, merupakan kelanjutan dari apa yang telah dimulai oleh Presiden SBY, Presiden Megawati dan Presiden sebelumnya. Pak Jokowi perlu menata ulang dan melajukan percepatan secara sistematis agar “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dapat segera terealisasi, memastikan tidak ada yang mangkrak atau menjadikan program pembangunan sebagai bancakan siapapun termasuk keluarga, anak cucu pejabat,” tutur Darmizal.
Sementara Prof Mahfud menyampaikan pesan terkait pentingnya mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi berbagai permasalahan. “Nilai-nilai Pancasila sebagai nilai luhur bangsa, merupakan payung dalam kehidupan yang harus terus dihayati guna membendung paham-paham yang dapat mengganggu keutuhan bangsa”, ungkap Waketum RèJO Mudhofir Khamid mengutip kata Prof Mahfud MD. ***