
BALEKOTA – Kota Bandung dijuluki Kota Pemuda di mana 29% populasinya saat ini berusia antara 16-30 tahun (BPS 2014). Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, terdapat lebih dari 5.000 komunitas pemuda dan puluhan hingga ratusan organisasi kepemudaan hadir di Kota Bandung.
Kota ini juga dipilih oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai Kota Layak Pemuda. Nilai yang diperoleh Kota Bandung termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia.
“Jadi artinya Kota Bandung itu instrument infrastruktur kegiatannya untuk pemuda termasuk yang paling lengkap di Indonesia. Sehinga diharapkan tidak ada waktu yang terlalu kosong,” terang Ridwan usai jadi Inspektur Upacara pada peringatan Sumpah Pemuda di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (28/10/16).
Menurutnya, salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga agar para pemuda tidak melakukan hal-hal negatif adalah dengan memberikan kegiatan sehingga mereka sibuk beraktivitas. Pemkot Bandung juga secara khusus mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta setiap tahun untuk tiap-tiap Karang Taruna di kelurahan melalui program PIPPK.
“Kunci mengelola pemuda kan dibikin aktif, dibikin sibuk. Jangan sampai pemuda bengong. Bahaya,” ujar wali kota.
Ia pun berpesan kepada para pemuda agar senantiasa bermanfaat dan menjadi teladan bagi lingkungan.
“Jadilah pemuda yang mencari solusi, bukan memaki-maki, jadi pemuda yang turun tangan, bukan pemuda yang lepas tangan, pemuda yang peduli, bekerja keras, dan bekerja cerdas. Modal itulah yang menjadi syarat pemuda Indonesia membawa Indonesia menjadi negara hebat,” pesan Ridwan.
Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 tingkat Kota Bandung berlangsung khidmat dan meriah dengan adanya penampilan kabaret bertema refleksi Sumpah Pemuda seusai upacara.
Pada upacara tersebut, Wali Kota membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Potensi pemuda dalam kaitannya dengan bonus demografi Indonesia pada tahun 2022-2035 menjadi isu utama.
Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan jangkauan usia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014).
“Secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi,” tutur walikota dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pada massa tersebut jumlah penduduk dengan usia produktif akan mencapai 64% dari jumlah total penduduk. Hal ini merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Itulah tahun yang menurut sejarah akan menjadi masa keemasan Indonesia. Pada saat itu terjadi, kita persiapkan pemuda-pemuda hari ini supaya tidak jumlahnya saja yang besar tetapi juga kualitasnya,” kata Ridwan.