Ridwan Kamil Terima Kunjungan Imam Besar Masjidil Haram

oleh -29 Dilihat
oleh
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima kunjungan Imam Besar Masjidil Haram Adil Al-Kalbani, di Pendopo Kota Bandung, Jumat (13/5). by Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima kunjungan Imam Besar Masjidil Haram Adil Al-Kalbani, di Pendopo Kota Bandung, Jumat (13/5). by Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil makan malam bersama Imam Besar Masjidil Haram Adil Al-Kalbani yang didampingi imam masjid Nabawi Syekh Ali Jaber, di Pendopo Kota Bandung, Jumat (13/5/17).

Jamuan makan malam itu sendiri bertujuan menjalin silaturahim diantara sesama muslim, apalagi rakyat Jawa Barat khususnya Bandung juga mempunyai keimanan yang kuat dan juga banyak melahirkan ulama-ulama muda.

Di-sela makan malam walikota menyampaikan program keislaman yang ada di kota Bandung, seperti Maghrib Mengaji, Subuh Keliling dan Ayo Bayar Zakat. Selain itu dirinya telah melatih dai-dai muda untuk bisa belajar bahasa Inggris agar mereka bisa berdakwah lebih luas.

“Insya Allah, jika dai-dai tersebut sudah pintar berbahasa Inggris, nanti akan saya kirimkan untuk berdakwah lebih luas,” kata Ridwan.

Emil mengungkapkan, bulan lalu ia melakukan survei indek kebahagian di Kota Bandung dan hasilnya kutang lebih 80% warga Bandung bahagia tinggal di Kota Bandung. “Alhamdulillah, hasil survei membuktikan bahwa warga Bandung yang tinggal di Bandung merasa bahagia,” ucapnya.

Dalam hal kesehatan Pemkot Bandung juga sudah melakukan operasi terhadap tunanetra agar mereka bisa membaca dan menulis seperti orang normal lainnya. Juga tak lupa mengenai kesejahteraan sosial. Tahun lalu 100% asuransi untuk orang miskin ditanggung negara. Untuk tahun ini asuransi tersebut dibayar dari zakat.

“Alhamdulillah, perhatian pemerintah untuk warga dari tahun ke tahun semakin membaik, insya Allah kami terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat,”tandasnya.

Emil optimis Kota Bandung jadi lebih baik dengan program pemerintah yang sudah dicanangkan sampai saat ini. Ia berharap kota yang dipimpinnya sekarang ini menjadi lebih baik dan lebih islami.

“Arti islami itu bukan mayoritas semua menganut agama islam saja, tetapi kesehariannya sesuai dengan isi Al Qur’an. Seperti saling menghormati, tolong menolong, hidup bersih dan selalu beribadah kepribadian Allah,”terangnya.

Baca Juga  Bandung Lautan Api di Balik Lirik Lagu Halo Halo Bandung

Imam besar Masjidil Haram Adil Al-Alkabani menyampaikan, dirinya sudah 7 kali datang ke Indonesia. “Saya senang sekali ke Indonesia dan alhamdulilah mendapatkan kemudahan dan fasilitas yang baik,”ujar Adil.

Menurutnya Agama Islam itu mendorong kepada umatnya agar menjalankan hidup yang lebih baik, membimbing agar umatnya pun seimbang antara kehidupan di dunia dan akhirat.

Setelah mengetahui bahwa di Kota Bandung banyak sekali program keislaman, dirinya sangat senang. Karena kota yang makmur adalah kota yang dekat dengan Allah.

Adil pun ingin program untuk mengembangkan Al Qur’an braille bersama Syekh Ali Jaber. Selain itu, program bedah rumah pun dicanangkan agar masyarakat jadi lebih sejahtera.

Ia menjelaskan, untuk mendapatkan bedah rumah ada syaratnya, sebagai anak dari orang tua harus hafal Al Qur’an. Jadi kalo ada warga di Indonesia yang anaknya hafidz Al Qur’an tapi rumahnya butuh bantuan, maka akan dibantu.

“Alhamdulillah, sekarang sudah 100 rumah yang dibongkar dan diprioritaskan orang yang berhak untuk mendapatkan program bedah rumah tersebut,” ucapnya.

Syekh Adil Al Kalbani berharap Kota Bandung harus jadi kota yang nyaman dan keislamannya melekat baik. “Mudah mudahan Kota Bandung bisa jadi kota percontohan untuk kota-kota lainnya. Karena Kota Bandung itu kota yang modern dan nilai islam nya pun ada,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada Kang Emil, sebagai pemimpin harus mendapatkan ridho dari Allah dan dari manusia. Jadi teruslah menjadi pemimpin yang mendapat keridhoan, artinya dalam memimpin harus seimbang.

“Mudah mudahan dengan kedua ridho itu kepemimpinan menjadi lebih baik. Saya doakan Bapak bisa memimpin Bandung dengan amanah dan jabatan itu bisa jadi amanah jika kita bisa memanfaatkan jabatan tersebut untuk mengerjakan hal-hal yang baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.