DAYEUHKOLOT – Rizal (17), siswa SMA kelas 1 asal Kampung Kaum, Desa Dayeuhkolot tenggelam di Sungai Cikapundung di RT 01 RW 01 Kampung Leuwi Bandung, Desa Citereup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (25/2/19).
Rizal tenggelam setelah memaksakan diri berenang di kali bersama empat orang kawannya. Salah seorang saksi yang juga Sekretaris RW 01, Desa Citereup, Diki mengatakan, korban dan empat temannya bermain dan berenang di kali tersebut sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB korban tenggelam karena tidak bisa berenang.
“Saya nanya ke anak-anak yang berenang tengah hari. Sebagian berenang di pinggir kali termasuk Rizal,” kata Diki saat ditemui di Kali Cikapundung, Senin (25/2).
Diki mengatakan, diduga korban belum mahir berenang. Namun mencoba berenang ke tengah kali lalu akhirnya tenggelam. Saat kejadian, menurutnya temannya berusaha menolong korban termasuk warga sekitar.
“Dari keterangan saksi, temannya berusaha menolong bahkan ada orang dewasa bantu. Tapi sulit karena saat ditolong malah menarik ke sungai temannya yang membantu,”ujarnya.
Orang tua korban, Rustandi (48) mengatakan, sebelum berenang, anaknya tidak memberitahukan akan berkegiatan apa. Namun setelah pergi dari rumah kurang lebih dua jam dan setelah itu kurang lebih 30 menit, dirinya mendapati kabar anaknya tenggelam. “Saya dapat info anak saya tenggelam. Anak saya jarang renang,” ujarnya.
Dia mengatakan, anaknya saat ini tengah libur sekolah dan diperkirakan datang ke kali Cikapundung untuk bermain. Menurutnya, Rizal adalah anak ketiga dari lima bersaudara.
Hendra Setiawan (56), Relawan Desa Bojongsoang, Siaga Bencana Berbasis Masyarakat menjelaskan pencarian tengah dilaksanakan dan akan berlangsung hingga pukul 18. 00 WIB. Jika belum ditemukan maka pencarian akan melanjutkan Selasa (26/2).
“Pencarian akan dilakukan selama tiga hati. Sekarang empat perahu biasa digunakan untuk mencari korban dibantu TNI, Tagana, Damkar dan BPBD,” ujarnya.
Menurutnya, jika perahu yang digunakan dengan mesin akan lebih memudahkan pencarian. Diharapkan korban segera ditemukan. Dirinya mengungkapkan, pencarian relatif sulit dilakukan karena air yang mengalir sedang deras sehingga menghambat.
“Jika setelah tiga hari belum ditemukan maka pencarian akan dihentikan. Kalau masuk Citarum jatuhnya ketemu di Sungai Citarum,” kata Hendra.***