Rumah Duka Praka Yudha di Soreang Tampak Sepi

oleh -36 Dilihat
oleh

police lineSOREANG – Situasi rumah duka anggota Batalyon Komando Komando (Yonko) Paskhas 464/Malang Praka Yudha Prihartanto, Jumat (12/5) siang tampak sepi tak berpenghuni. Rumah yang berada di Komplek Cingcin Permai Indah Blok, D 19, RT 09/RW 011 Desa Cincin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung itu hanya ditinggali ibu korban Ny Tris Wiyati dan Yoshua, adik kandung almarhum.

Ketika menengok ke dalam rumah bercat hijau dengan pagar besi berwarna hitam itu, tirai kacanya tertutup rapat dan hanya ada sepasang sandal jepit berwarna hijau di teras rumah. Menurut keterangan tetangga sekitar, keluarga Praka Yudha bertolak ke Malang sejak Kamis (12/5/17) sore kemarin.

Ketua RT 09 Sugiono (67) mengungkapkan, rumah itu hanya ditinggali berdua oleh ibu dan adiknya bernama Yoshua. “Di sini memang rumah ibu kandungnya yang tinggal bersama adiknya almarhum. Jenazah Praka Yudha dikebumikan di Gombong, Jawa Timur, di pemakaman keluarganya. Karena Almarhum ayahnya Yudha, Pak Mujiono juga dimakamkannya juga di Gombong,” ungkap Sugiono. Mujiono, ayah kandung korban, juga meruapakan pensiunan Lanud Husein Sastranegara Bandung.

Ia mengaku belum mengetahui kapan keluarga Praka Yudha akan kembali lagi ke Bandung. “Belum tahu kapan, sepertinya besok karena ada tetangga juga yang ikut,” tukasnya.

Sugiono mengungkapkan dirinya mendapat kabar dari Ibu Een, ibu dari teman Yudha sesama anggota TNI, sekitar pukul 11.00 WIB. Ia dititipi pesan oleh Bu Een untuk menyampaikan informasi kepada ibunya bahwa Yudha meninggal karena sakit. Tapi siang itu ibunya Yudha masih bekerja di pabrik.

“Ya, saya dititipi pesan sama Bu Een, agar ibunya Yudha tidak kaget mendapat kabar anaknya meninggal. Jadi, saya sampaikan Yudha meninggal karena sakit. Kemudian ibunya bersama keluarga berangkat ke Malang magrib Kamis kemarin setelah ibunya pulang kerja di pabrik,” kata Sugiono.

Baca Juga  Banjir Bandang Ciwidey, Polda Jabar dan KPK Diminta Turun Tangan

Berdasar informasi yang dihimpun, anggota Batalyon Komando (Yonko) Paskhas 464/Malang Praka Yudha, diduga tewas karena dianiaya oleh tiga orang perwira yang baru selesai latihan komando. Dari informasi yang beredar pula, korban dibilang depresi, lalu bunuh diri. Namun setelah dibawa ke Rumah Sakit Lanud Abdulrachman Saleh Malang, dokter menemukan banyak luka tusukan di jasadnya.

Namun tidak ada yang mengetahui pasti penyebab kematian Praka Yudha. Sejumlah tetangga almarhum di Soreang menyebutkan Praka Yudha meninggal karena sakit. Lily (57) yang juga tetangga Praka Yudha di Soreang, mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kematian Yudha. “Taunya meninggal karena sakit,” tukasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.