
RANCAEKEK – Adanya permasalahan tumpukan sampah yang memenuhi aliran Sungai Cikeruh di Desa Rancaekek Kulon Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, pemerintah setempat menilai harus ada kerja sama antara masyarakat/pengusaha pabrik dan pemerintah. Sebab sampah di aliran Sungai Cikeruh ini sudah beberapa kali dibersihkan, namun akibat masih kurang kesadaran masyarakat ataupun pengusaha pabrik, sehingga sampah kembali lagi menumpuk.
Sampah yang menutupi aliran Sungai Cikeruh di Rancaekek ini kerap terjadi jika musim hujan tiba. Sampah yang didominasi sampah rumah tangga dan limbah pabrik ini merupakan kiriman dari wilayah Sumedang.
Selain itu, adanya jembatan kereta api yang berada di atas aliran Cikeruh menyebabkan sampah tersangkut dan menumpuk, sehingga menggangu udara di sekitar aliran sungai.
Menurut Camat Rancaekek Baban Banjar, pihaknya sudah beberapa kali membersihkan sampah yang menumpuk di aliran Sungai Cikeruh tersebut. Camat menilai masih kurangnya tingkat kesadaran masyarakat dan juga pengusaha pabrik terhadap lingkungan, menyebabkan sampah kembali menumpuk.
“Kami tidak bosan-bosannya melakukan sosialiasi terhadap masyarakat dan pengusaha agar lebih sadar terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai,” kata Baban kepada wartawan, Selasa (10/10/17)
Selain itu pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera melakukan upaya pembersihan kembali sampah di Sungai Cikeruh. Sebab jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan sampah akan makin menumpuk dan menyebabkan banjir di wilayah tersebut.