
BALEKANDAGA, Balebandung.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung menyatakan terbuka menerima saran dan rekomendasi dari seluruh elemen masyarakat dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan.
Kepala DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah, S.Sos, M.Si mengatakan, ketika menghadapi permasalahan lingkungan, pemerintah daerah memerlukan strategi dan kerjasama semua pihak.
Menurutnya saat ini sudah banyak upaya dan terobosan-terobosan program berbasis lingkungan yang sudah dilakukan pihaknya maupun penggiat lingkungan.
Hal itu tentunya selaras dengan moto pembangunan Bupati Bandung H.Dadang M.Naser, Sabilulungan, membangun kemajuan di Kabupaten Bandung melalui kebersamaan.
“Di samping kerjasama, kita pun butuh strategi untuk menyatukan energi dan memperkuat upaya yang sudah dilakukan oleh semua pihak. Kita coba mewujudkannya melalui Sarasehan Lingkungan. Sarasehan ini bisa menjadi salah satu media penampung aspirasi dan mengapresiasi kiprah mereka”, ucap Asep saat membuka Acara Sarasehan Lingkungan bertema “Aku dan Lingkungan” di Bale Kandaga Soreang, Kamis (18/7/19).
Asep menuturkan, sebelumnya pada bulan Maret lalu sudah dilakukan kegiatan tersebut. Saat itu, terbentuk empat kelompok kerja (pokja) yang akan ikut berkontribusi memberikan saran dan rekomendasi dalam penanganan Konservasi Hutan dan Lahan, Pengelolaan Sampah, Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) serta pengembangan inovasi lingkungan.
Pada sarasehan kali ini dikemas dalam bentuk Fokus Group Discussion (FGD). Masing-masing pokja akan mempresentasikan hasil kegiatannya. Tentunya output yang diharapkan lanjut Asep akan tertampungnya saran, rekomendasi dan aspirasi, para penggiat dan komunitas lingkungan yang pada akhirnya akan membantu pihaknya dalam merumuskan regulasi.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa sarasehan bernuansa sosial itu merupakan inisiatif Bupati Bandung. Bupati Dadang Naser sangat konsen terhadap persoalan lingkungan. Dari lima program prioritas pembangunannya, persoalan lingkungan diakui Bupati cukup berat jika tidak ada kerjasama dengan semua pihak.
Merujuk pada arahan dan harapan Bupati, lanjut Asep semua kegiatan yang dilakukan harus mendukung percepatan perwujudan visi pembangunannya, yang religius, kultural dan berwawasan lingkungan
“Sesuai arahan Pa Bupati, ketika kita menjalankan program kegiatan harus berlandaskan pada visi dan misi pembangunnanya. Dalam persolalan lingkungan ini, sudah saatnya semua masyarakat pun secara individu terlibat aktif dan menjadi pahlawan bagi lingkungannya”, ungkapnya.
Melalui Sarasehan, ia berharap akan ada masukan terkait apa yang sebaiknya harus dilakukan pemerintah daerah dan pemerintah desa.
“Dunia usaha harus melakukan apa dan sejauhmana peran masyarakat bisa berkontribusi mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan di Kabupaten Bandung”, ungkapnya.
Pada kesempatan itu, ia pun mendorong pemerintah desa untuk bisa menjadi ‘leader of change’. Desa merupakan unit pemerintahan terdepan, karena paling dekat dengan masyarakat.
“Desa punya anggaran, kewenangan untuk membuat peraturan desa, memiliki lahan carik, dan yang jelas punya masyarakat. Ini tentunya akan memperkuat otoritasnya sebagai leader of change, untuk turut membawa perubahan lingkungan menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. ***