Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Rancabali

oleh -27 Dilihat
oleh
Ketua TP PKK Kab Bandung Nia Kurnia Naser didampingi Plt Kepala BPBD Kab Bandung Tata Irawan dan Kadinsos Kab Bandung Nina Setiana memberi santunan kepada korban longsor Kampung Muara RT 03/RW 06, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, sekitar Jam 00.00 WIB, Selasa (31/10/17). by Humas Pemkab Bdg
Ketua TP PKK Kab Bandung Nia Kurnia Naser didampingi Plt Kepala BPBD Kab Bandung Tata Irawan dan Kadinsos Kab Bandung Nina Setiana memberi santunan kepada korban longsor Kampung Muara RT 03/RW 06, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, sekitar Jam 00.00 WIB, Selasa (31/10/17). by Humas Pemkab Bdg

RANCABALI – Sekeluarga tewas tertimbun longsor di Kampung Muara RT 03/RW 06, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, sekitar Jam 00.00 WIB, Selasa (31/10/17). Longsor menimbun dua unit rumah di mana satu unit rumah dalam keadaan kosong dan satu unit rumah lagi yang ditinggali empat jiwa yang tewas seketika. Keempat korban tewas diantaranya Rukman (40) ,Usu (30), Dini (8) dan Nanda anak bungsu laki-laki berumur 6 bulan.

Informasi Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan laporan awal dari kepolisian setempat, langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi longsor, untuk mengevakuasi korban.

Pasca terjadinya bencana longsor, Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip beserta jajaran pemerintah segera melakukan berbagai upaya agar hal serupa tidak terjadi lagi di wilayah lainnya.

Selain menginstruksikan siaga longsor bulan lalu untuk seluruh wilayah rawan di Kabupaten Bandung, Bupati juga mendorong agar masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut lebih siaga dan waspada.

“Sebetulnya, melalui BPBD dan perangkat daerah lainnya, upaya preventif dan penanganan darurat sudah dilakukan. Yang tak kalah penting juga yakni koordinasi dan komunikasi sejak terlihat tanda-tanda longsor, seperti adanya retakan dan gerakan tanah,” ungkap Bupati.

Dadang mengaku sangat prihatin atas bencana yang menimpa warga Desa Cipelah dan berbelangsungkawa sedalam dalamnya.

“Saya merasa berbelasungkawa atas terjadinya bencana di Desa Cipelah Kecamatan Rancabali. Sebagai wilayah rawan bencana keempat di Indonesia yang ditetapkan oleh BNPB, tentu bencana akan sering terjadi. Maka saya harap masyarakat bisa mengantisipasinya, d isamping melakukan pengamanan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Bupati menandaskan, agar seluruh aparat dan masyarakat kerja bersama dan lebih proaktif dalam segi antisipasi juga pelaporan kejadian sehingga risiko bisa diminimalisir.

Baca Juga  40 Jasad Korban Longsor Sumedang Ditemukan, Pencarian Resmi Ditutup

“Semua pihak harus proaktif. Ketika musim hujan kami mohon semuanya untuk mewaspadai terjadinya bencana, khususnya untuk mereka yang tinggal di pinggir sungai dan terjadi longsor bagi warga yang tinggal di tanah miring, seperti segera pindah mengevakuasi, di samping mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah,” imbuh Dadang.

Kejadian bencana di Kabupaten Bandung menurutnya pasti akan sering terjadi, karena wilayahnya secara geografis sangat rawan berbagai bencana. “Antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, saya dorong kepala desa melakukan sweeping dan proaktif terhadap kondisi masyarakat yang berdomisili di wilayah yang rawan terjadi bencana,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.