SKK Migas Akui Perizinan Masih Hambat Eksplorasi

oleh -25 Dilihat
oleh
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Taslim Z Yunus saat jadi pembicara Kuliah Umum Aktifitas Tata Kelola Migas Sektor Hulu, di Bandung, Jumat (10/3). by iwa/bbcom
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Taslim Z Yunus saat jadi pembicara Kuliah Umum Aktifitas Tata Kelola Migas Sektor Hulu, di Bandung, Jumat (10/3). by iwa/bbcom

BANDUNG – Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui eksplorasi migas di Tanah Air masih menghadapi berbagai hambatan, seperti peraturan pemerintah daerah dan perizinan. Akibatnya, minat investor untuk menanamkan modalnya di sektor ini menurun.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Taslim Z Yunus mengatakan, seharusnya Indonesia mempermudah proses investor asing yang ingin melakukan eksplorasi migas.

“Banyak sekali kendala dari sisi perizinan ini. Ada sekitar 35 persen tingkat kesulitan non-teknis melakukan eksplorasi minyak di Indonesia adalah terhambat pada aturan pemerintah daerah, masyarakat, perizinan dan lainnya. Lebih parahnya lagi kalau ada oknum tertentu seperti para calo tanah yang turut menghambat perizinannya. Hambatan seperti ini kan membuat minat investor menurun,” ungkap Taslim kepada Balebandung.com usai jadi pembicara Kuliah Umum Aktifitas Tata Kelola Migas Sektor Hulu, di Bandung, Jumat (10/3/17).

Pihaknya berharap pemda dan masyarakat turut mendorong eksplorasi migas untuk meningkatkan investasi migas baik dari penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing (PMA). “Kita paling banyak di PMA karena investasi migas ini kebanyakan resikonya tinggi. Sementara untuk risikonya menengah dan rendah kita kasih ke BUMN atau swasta. Sebab berdasarkan pengalaman ternyata ada sekitar 30% PMDN itu tidak punya modal yang cukup sehingga kegiatan eksporasi pun terbengkalai,” kata Taslim.

Makanya itu SKK Migas cukup gencar mensosialisasikan pentingnya investasi bagi negara dan kemudahan perizinan bagi investasi eksplorasi migas. Hal ini perlu dilakukan karena tingkat keberhasilan eksplorasi minyak memiliki persentase yang kecil, walaupun sudah memiliki modal yang besar. Sehingga apabila masih dipersulit dengan faktor non-teknis yang banyak, maka akan membuat tingkat keberhasilan semakin mengecil.

Baca Juga  PT Migas Hulu Jabar (Perseroda) Bukukan Laba USD 7,85 Juta

“Secara peluang, cekungan-cekungan di Indonesia masih memiliki potensi minyak yang besar, banyak juga daerah yang belum semua dieksplorasi. Hanya saja hal tersebut memerlukan biaya serta teknologi yang tidak murah, maka investor asing bisa menjadi salah satu solusi,” kata Taslim.

Secara teknis, Taslim memaparkan bahwa potensi sebanyak 300 juta barel ekuivalen migas masih bisa didapatkan tahun ini di Indonesia. Hal ini sekaligus menunjukkan masih tersedianya potensi-potensi migas diantara sekitar 70-an cekungan baru yang sudah ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.