
LENGKONG – Sanitasi dan manajemen lingkungan jadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Bandung. Meski sudah meraih Piala Adipura dan anugerah Sanitation Award dari Pemerintah Australia, Pemkot Bandung tidak lengah dalam mengelola lingkungan.
“Bandung hari ini belum sempurna, tapi sudah jauh lebih baik,” ungkap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat membuka seminar “Mengatasi Permasalahan Limbah Domestik di Kota Besar” yang digelar Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan di Hotel Horizon, Bandung, Sabtu (28/5/16).
Bagi Ridwan, masalah utama yang tengah dihadapi Pemkot Bandung adalah mengubah pola pikir masyarakat. “Setelah dua setengah tahun saya menjadi wali kota, problem terbesar yang saya hadapi adalah pola pikir,” ungkap Ridwan.
Ia mengaku kerap memergoki masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Saat ditegur, masyarakat berkilah dengan alasan kelakuan tersebut juga dilakukan oleh orang lain.
Menghadapi persoalan lingkungan lainnya, Ridwan kini tengah menyiapkan Peraturan Walikota (Perwal) untuk Green Building. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian di ITB bahwa suhu Kota Bandung meningkat karena laju pertumbuhan bangunan tidak sebanding dengan laju pertumbuhan lahan hijau.
“Pembangunan tidak bisa dihentikan, kecuali dikendalikan. Maka kita ada Perwal Green Building,” terangnya. Melalui perwal ini, kelak bangunan-bangunan di Kota Bandung harus ramah lingkungan. “Siapa yang tidak green building, tidak dikasih IMB (Ijin Mendirikan Bangunan),” tegasnya.