
MARGAHAYU – Anggota MPR RI Ahmad Najib Qodratullah,SE menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Padepokan Kisunda Ngalalana, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Minggu (23/7/17).
Di hadapan ratusan warga Kabupaten Bandung, Najib menerangkan sosialisasi berbangsa dan bernegara dengan empat pilar yang selalu digaungkan MPR, berupa Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Bhineka Tunggal Ika, UUD NKRI 1945 sebagai Konstitusi Negara & Ketetapan MPR, dan NKRI.
Pada kesempatan itu Najib juga bicara soal tenggang rasa.”Kalau kita menghormati perbedaan, maka Indonesia bisa jadi bangsa besar,” ujar Najib. Anggota DPR RI dari Fraksi PAN ini juga mencontohkan sifat-sifat yang mengamalkan Pancasila. Satu diantaranya yaitu, kedepankanlah musyawarah ketika ada perbedaan.
“Kalau Pancasilais jangan membakar masjid jika ada perbedaan. Membakar orang yang mempunyai perilaku menyimpang, kalau ada perbedaan musyawarah mufakat. Tujuan hidup kita bukan individualistis, hidup bersama dan bermanfaat bagi orang lain,” terangnya.
“Ketika Bapak Ibu paham Pancasila, bila ada tetangga yang kesusahan dibantu. Jangan diolok-olok. Itulah Pancasila. Pancasila yang sosialisasi harus semua, MPR, camat, bupati, polisi, TNI,” sambung Najib.
Wawasan dan pandangan terhadap 4 pilar tersebut dijabarkannya tanpa perlu dihafal, namun cukup untuk dimengerti dan kemudian diterapkan. “Melihat cerminan yang ada sekarang ini masih adakah Pancasila saat ini. Di sini pasti sudah hafal di luar kepala. Makanya saya mengajari 4 Pilar agar mudah dipahami. Pancasila merupakan saripati cinta kasih sayang, sebagai dasar negara, pandangan hidup nilai-nilai nenek moyang kita. NKRI berarti kewajiban dan hak kita sama,” ungkapnya.
Bhinneka Tunggal Ika itu, diandaikannya saat dulu jaman Orde Baru dilarang mengemukakan apa adanya, dan disuruh sama. Menurutnya, UUD ’45 yang penting itu sistem demokrasi kita Pancasila, yang berdaulat rakyat. “Tujuannya untuk kesejahteraan rakyatnya. Itulah konsensus dasar berbangsa bernegara,” pungkas Najib. [ADV]