Street Library Bikin Bandung Tambah Keren

oleh -24 Dilihat
oleh
Street Library. by Humas Pemkot

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadirkan “Street Library”, sebuah inovasi perpustakaan mini di jalur-jalur pedestrian Kota Bandung. Street Library hadir agar lebih mendekatkan masyarakat pada buku. Inovasi ini menjadi langkah Kota Bandung sebagai upaya meningkatkan literasi di Indonesia.

“Saya sebagai pemimpin daerah khawatir dengan kualitas SDM Indonesia yang tidak suka baca, tingkat literasinya rendah. Kemudian hobinya baca hp berjam-jam, bahkan baca berita saja menurut teori hanya 20 detik kesanggupan psikologisnya,” ujar Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Jumat (31/8/18).

Menurutnya, kualitas literasi yang rendah dapat berdampak buruk pada situasi sosial masyarakat. Hal itu juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. “Generasi yang tidak suka membaca mudah diadudomba dan kalah berkompetisi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas literasi warga. Pemerintah selalu mengajak warganya untuk semakin mencintai buku.

“Maka membuat perpustakaan keren yang di dekat Disdukcapil (Kantor Perpustakaan dan Arsip) sudah, bikin Microlibrary di kelurahan sudah. Sekarang membudayakan supaya ruang kota menjadi nyaman dengan menyebar 100 Street Library,” sebut Emil.

Street Library itu berupa lemari kayu yang desainnya menyerupai Bandros khas Kota Bandung. Penempatannya tersebar di wilayah pusat kota. “Sementara tahap I akan disebar di daerah yang ada kursi duduknya. Berarti di Jalan Riau, Dago, Asia Afrika, dan sebagainya. Sampai akhirnya ini jadi budaya dan memberi kebermanfaatan,” katanya.

Sementara itu, program ini akan dikelola bekerja sama dengan komunitas mengaktivasi Street Library. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan dan merasakan dampak positifnya.

“Ada relawannya yang mengatur, mengedukasi dan membuat akhirnya budaya baca jadi budaya orang Bandung. Ada ribuan buku sebagian dari perpustakaan Bandung dan masyarakat,” tutur Emil.

Baca Juga  Anak Yatim Piatu Berkesempatan Jadi Prajurit TNI

Perpustakaan mini ini akan dikelola dengan sistem community swap. Hal ini membuat siapapun dapat meminjam dan menyumbangkan buku di dalam Street Library. “Siapa pun yang punya buku nggak dipakai boleh drop atau minjam buku juga,” ujar Emil. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.