Tentara Robohkan Gubuk Reyot Mak Cacih, Lantas…

oleh -30 Dilihat
oleh
Prajurit TNI dari Koramil Cisaat Kota Sukabumi merobohkan gubuk reyot yang ditempati  Mak Cacih di Kampung Situ Awi RT 2/RW2, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (6/9). by Pendam Slw
Prajurit TNI dari Koramil Cisaat Kota Sukabumi merobohkan gubuk reyot yang ditempati Mak Cacih di Kampung Situ Awi RT 2/RW2, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (6/9). by Pendam Slw

SUKABUMI – Prajurit TNI Koramil Cisaat Kabupaten Sukabumi merobohkan gubuk reyot yang ditempati Mak Cacih (52) di Kampung Situ Awi RT 2/RW2, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (6/9/17) sore.

Dirilis Pendam III/Siliwangi, anggota Koramil Cisaat di bawah pimpinan Danramil Cisaat Kapten Inf Mahmud atas perintah langsung dari Pangdam III/Siliwangi, membantu merobohkan rumah tidak layak huni itu demi keselamatan penghuninya.

Rumah itu ditempati Mak Cacih selama sudah berdiri sejak tahun 1980 atau sekitar 37 tahun silam. Kini kondisinya reyot dan miring nyaris roboh, tentu saja tidak layak huni dan dikhawatirkan bakal roboh yang bisa mengancam keselamatan Mak Cacih sendiri.

Tapi dalam setahun terakhir, ia tinggal gubuk berlantai tanah itu di atas lahan berukuran 4×3 meter yang disewanya sebesar Rp 250.000 per bulan dari si empunya lahan. Mak Cacih tinggal seorang diri, karena sang suami bekerja sebagai kondektur Bis Kencana Jaya di Jakarta, yang hanya pulang sewaktu-waktu.

Selama rumah tersebut dirobohkan untuk dirombak total, Mak Cacih berhasil dibujuk aparat kelurahan untuk tinggal sementara di Rusunawa Kamar No.222, di Jalan Lingkar Selatan, Kel.Sukakarya, Kota Sukabumi.

Tapi karena gubuk Mak Cacih berdiri di atas lahan yang bukan miliknya, Danramil Cisaat sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan bahwa lahan tersebut akan disewa selama lima tahun, dibangun kembali dengan biaya bantuan dari Kodam III/Siliwangi.

Mak Cacih bersama suaminya, Santoso, dan anaknya, Raharja (32), menempati gubuk yang kini bangunannya miring dan rusak. Perekonomian keluarga yang amat terbatas membuat Mak Cacih tak dapat berbuat banyak sehingga memilih membiarkan fisik rumah rusak parah.

Baca Juga  5 Tips Cermat Agar Kamu Tidak Malas Jogging di Pagi Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.