Timses Yena-Atep: Warga Kab Bandung Miskin Kebanggaan Daerahnya

oleh -32 Dilihat
oleh
Cabup/Cawabup Bandung Yena Iskandar Ma'soem-Atep Rizal saat mendaftarkan diri di KPU Kab Bandung, Jumat (4/9/20). by iwa/bbcom
Cabup/Cawabup Bandung Yena Iskandar Ma’soem-Atep Rizal saat mendaftarkan diri di KPU Kab Bandung, Jumat (4/9/20). by iwa/bbcom

SOREANG, Balebandung.com – Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, Rudita Hartono menyatakan, penguasaan suatu wilayah yang terus menerus berada di satu tangan dapat berdampak tidak berkambangnya daerah.

“Fakta ini dapat terlihat di Kabupaten Bandung di mana sampai hari ini warga Kabupaten Bandung miskin akan kebanggaan terhadap daerahnya sendiri,” tandas Rudita dalam rilisnya, Sabtu (5/9/2020).

Menurut Rudi, pembangunan yang terjadi hanya berupa rutinitas secara subtansi minimal dalam keberlanjutan, bisa berakibat dari terpusatnya kekuasaan Kabupaten Bandung dalam satu dinasti.

“Atas dasar fakta tersebut PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional berpendapat bahwa keberlanjutan pembangunan meminta syarat perubahan kekuasaan yang konsisten, sehingga fungsi evaluasi dengan momentum pilkada akan memiliki nilai nyata, yang bukan sekadar rutinitas,” kata Rudi.

Lebih lanjut ia menyatakan pasangan Yena Iskandar Ma’some-Atep Rizal merupakan produk dinamika yang menghendaki perubahan mendasar untuk Kabupaten Bandung dan terbebas dari politik dinasti yang membelengu kreativitas warganya.

Menurut Rudi, catatan PDI Perjuangan – PAN terkait proses pembangunan di Kabupaten Bandung lebih banyak menguntungkan pihak-pihak tertentu pendukung dinasti.

“Sementara masyarakat sebagai pemilik Kabupaten Bandung sesungguhnya, berada pada posisi yang lemah tak berdaya, karena keterbatasan akses yang dapat memberi ruang luas,” kata dia.

Akibatnya masyarakat menjadi apatis diam tak bersuara. “Kondisi tersebut tentunya sangat tidak baik bagi keberlangsungan suatu komunitas yang namanya “masyarakat,” ujarnya.

“Inilah alasan PDI Perjuangan dan PAN menjadikan Yena-Atep sebagai cabup dan cawabupnya, karena keduanya merupakan sosok profesional di bidangnya, mandiri dan amanah, serta tidak memiliki ketergantungan ekonomi pada siapapun. Sehingga keduanya akan lebih terbuka pada kritik, saran dan gagasan gagasan baru yang membangun,” tandas Rudita.***

Baca Juga  PDI Perjuangan Kab Bandung Gelar Fit and Proper Test Ketua Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.