
DAYEUHKOLOT, Balebandung.com – Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Setda Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan, daya saing industri dunia saat ini selalu mengedepankan persoalan lingkungan.
Karena itu untuk meningkatkan daya saing industri, Pemkab Bandung bersama Perumda PT Citra Bangun Selaras (CBS) dan PT Adhi Karya sedang berupaya membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Terpadu di tiga titik di Kabupaten Bandung, salah satunya IPAL Terpadu Cisirung, Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.
“Kalau sudah dibawa ke masalah lingkungan, daya saing industri tekstil kita bisa menurun drastis. Karena itu bagaimana caranya kita berupaya terus meminimalisir dampak lingkungan dari industri ini, diantaranya dengan membangun IPAL Terpadu,” kata Marlan kepada wartawan usai menyaksikan simulasi IPAL Terpadu dengan teknologi Elektro Koagulasi, di IPAL Cisirung Dayeuhkolot, Jumat (6/3/20).
Bukan hanya dari segi IPAL-nya saja, kata Marlan, tapi dari teknologi yang digunakan pun turut menentukan hasil dari pengolahan limbah. “Kadang perusahaan itu mengeluhkan kalau menggunakan teknologi IPAL secara kimia, biologis, maupun teknologi lainnya, hasilnya ternyata masih di bawah standar baku mutu,” jelasnya.
Dengan menggunakan teknologi Elektro Koagulasi ini, maka IPAL Terpadu pun bisa lebih efektif dan efisien pemanfaatannya. “Tinggal kita kaji sistem penerapannya bagaimana termasuk berapa cost yang dibutuhkan,” ujar Marlan.
Direktur Utama PT CBS Kabupaten Bandung Aditya Yudistira menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan PT Adhi Karya akan membangun IPAL Terpadu di tiga titik di Kabupaten Bandung. Ketiga titik tersebut antara lain di Kecamatan Majalaya, satu di Cisirung Dayeuhkolot dan satu lagi di Kecamatan Rancaekek.
“Untuk membangun satu IPAL itu biayanya mahal. Maka IPAL Terpadu diharapkan jadi solusi untuk pembangunan IPAL sehingga setiap pabrik yang bergabung dalam IPAL Terpadu itu bisa sharing beban biaya dan beban resiko, terutama dalam permasalah lingkungan,” kata Aditya. ***