Wagub: YPK Akan Tetap Jadi Ruang Berekspresi Publik

oleh -18 Dilihat
oleh
Wagub Jabar Deddy Mizwar berdialog dengan seniman di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), Jl. Naripan Kota Bandung, Senin (1/8).
Wagub Jabar Deddy Mizwar berdialog dengan seniman di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), Jl. Naripan Kota Bandung, Senin (1/8).

BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berdialog dengan beberapa seniman yang tergabung dalam Dewan Kebudayaan Jeprut Jawa Barat (DKJJB) di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), Jl. Naripan Kota Bandung, pada Senin (1/8/16). Para seniman ini melakukan buligir atau telanjang dada sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang dinilai tidak peduli terhadap perkembangan seni dan budaya di Jabar.

Dalam dialog ini, Wagub menegaskan Pemprov Jabar hingga kini – sebagai pengelola gedung akan tetap menjadikan Gedung YPK sebagai ruang publik, khususnya para seniman untuk berekspresi dan menumpahkan berbagai kreativitasnya di gedung tersebut. “Silahkan para seniman gunakan gedung YPK untuk ruang publik dan sarana berekspresi,” ucap Deddy.

Wagub menegaskan hal tersebut untuk menjawab gundah gulana para seniman tentang keseriusan Pemprov Jabar dalam mengembangkan dunia seni dan budaya yang ada di Jabar, terutama terkait bagian belakang dari Gedung YPK yang roboh. Dia pun berkomitmen untuk mendukung kegiatan para seniman melalui pembangunan berbagai sarana dan prasarana, seperti pembangunan gedung kesenian bertaraf internasional dan tetap mendorong kabupaten/kota di Jabar agar bisa memiliki gedung kesenian yang representatif.

“Ini akan tetap menjadi ruang publik. Keputusannya adalah setiap komunitas yang ingin melakukan sebuah kegiatan tertentu silahkan dengan Taman Budaya, pengelola gedung ini untuk melakukan koordinasi,” kata Wagub.

DKJB dibentuk Pemprov Jabar pada Maret 2015 lalu. Dewan ini berisi 21 orang seniman, budayawan, dan para praktisi berbagai bidang. Wagub mengatakan, selama ini ada kesalahpahaman dari masyarakat juga seniman mengenai DKJB. DKJB ada sebagai wadah masyarakat dan seniman untuk berdiskusi dan saling memberikan masukan untuk kemajuan – tidak hanya seni dan budaya, namun juga berbagai bidang kehidupan lainnya.

Baca Juga  Cabup Bandung Kang DS Jadi Tamu Undangan Khusus di Pertemuan Pertukaran Budaya Internasional

“Tidak ada niat untuk menutupi sesuatu, terutama terkait seni dan budaya. Jadi menurut pengamatan saya, ruang komunikasi ini yang tidak tercipta sama sekali,” ungkap Wagub.

Rencananya tahun depan Pemprov Jawa Barat pun akan memperbaiki serta membangun Gedung YPK tersebut agar lebih baik dan representatif sebagai ruang publik dan gedung kesenian yang representatif. “Gedung YPK akan kita bangun tahun depan,” kata Wagub.

Dialog ini pun sengaja digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar sebagai sarana berdiskusi dan mendapatkan masukan dari masyarakat, khususnya para seniman. Dalam dialog ini juga terungkap mengenai Dewan Kebudayaan Jawa Barat (DKJB) yang diketuai Ganjar Kurnia, yang menurut para seniman tidak memberikan perubahan apapun terhadap perkembangan dunia seni dan budaya di Jabar.

“Yang kita protes adalah dua hal, berdasarkan pada fakta ambruknya belakang Gedung YPK. Kedua, DKJB yang tidak belajar dari proses sebelumnya,” ungkap seniman Tisna Sanjaya mewakili DKJJB.

“Yang kita inginkan pascareformasi itu adalah kita membuat sistem yang bagus, jangan tergesa-gesa kita membuat program, jangan tergesa-gesa kita menunjuk orang. Mari kita sama-sama belajar dari kesalahan sebelumnya,” papar Tisna di hadapan Wagub dan Kepala Disparbud Jabar Ida Hernida.

Menurutnya, sebagai generasi saat ini kita harus mewarisi sistem yang baik untuk anak-cucu kita nanti, termasuk dalam berkesenian dan kebudayaan. “Apa yang akan diwariskan pada anak cucu kita kalau kita tidak mewariskan sebuah sistem atau legalisasi yang bagus dari proses diskusi bareng-bareng dengan seniman dengan warga,” pungkas Tisna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.