Wakapolri Jenguk Ulama Cicalengka yang Dianiaya

oleh -23 Dilihat
oleh
Wakapolri Komjen Syarifuddin menjenguk pimpinan Ponpes Al Hidayah Cicalengka, KH Umar Basri di Polpes Al Hidayah, Kampung Santiong, Desa Cicalengka Kulon, Kec Cicalengka, Kab Bandung, Rabu (21/2/18).,

CICALENGKA – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Syarifuddin menyambangi Pondok Pesantren Al Hidayah, Jalan Raya Barat Cicalengka, Kampung Santiong, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Rabu (21/2/18).

wakapolri tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIB langsung disambut shalawat yang dilantunkan para santri. Tiba di pesantren, Syarifuddin langsung mendatangi kediaman pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah, K.H Umar Basri atau akrab disapa Mama Aceng Emon , yang ada di dalam komplek ponpes.

Dia sempat berbincang dengan Basri yang kondisi kesehatannya telah mengalami perbaikan. Syarifuddin juga menanyakan kondisi terkini kyai yang jadi korban penganiayaan orang gila tersebut. Namun Basri yang masih mengalami trauma tak banyak memberi keterangan. Tampak kelopak mata sebelah kiri Basri masih menutup sebagian akibat penganiayaan yang ia terima akhir Januari lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Syarifuddin juga menyerahkan sejumlah bingkisan terhadap Basri, para ulama, dan santri di ponpes. Wakapolri mengatakan kunjungannya tersebut merupakan bagian dari silaturahmi terhadap para ulama, khususnya terhadap Basri yang jadi korban penganiayaan.

“Pagi ini kita berkunjung ke Pesantren Al Hidayah dalam rangka silaturahim, sekaligus mau memastikan salah satu yang pernah terjadi,” kata wakapolri kepada wartawan.

Ia mengaku melihat dari dua sisi dari peristiwa yang menimpa Basri tersebut. Pertama ialah pengungkapan kasus yang dilakukan aparat kepolisian. Menurutnya polisi berhasil membekuk pelaku penganiayaan dalam kurun tak lebih dari lima jam.  Sisi kedua, yakni pencegahan yang harus dilakukan aparat kepolisan.

“Pencegahan perlu. Oleh karenanya saya mengimbau dalam kesempatan ini dalam setiap kejadian perlu pencegahan dan penanganan, serta kerjasama semua pihak,” kata dia.

Dia juga meminta seluruh elemen warga untuk bersikap proaktif dan melaporkan pelbagai informasi manakala mereka menemukan sesuatu yang mencurigakan. Terkhusus di tempat-tempat ibadah yang sempat dianggap menjadi sasaran.

Baca Juga  Bupati Bandung Berharap Rembug Paripurna KTNA Hasilkan Rekomendasi untuk Memajukan Pertanian

Seperti diberitakan, KH Umar Basri mengalami penganiayaan oleh orang gila selepas melaksanakan salat subuh pada akhir Januari lalu. Basri sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Al Islam, Kota Bandung, lantaran mengalami sejumlah luka di bagian wajah. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.