Walikota Inspeksi Trotoar Dipatiukur

oleh -28 Dilihat
oleh
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat inspeksi trotorar di Jalan Dipati Ukur, Rabu (1/3). by Meiwan Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat inspeksi trotorar di Jalan Dipati Ukur, Rabu (1/3). by Meiwan Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menitipkan kepada warga agar selalu menjaga infrastruktur kota yang telah dibangun. Saat melakukan inspeksi trotorar di Jalan Dipati Ukur, Rabu (1/3/17), ia melihat banyak warga yang tidak memelihara fasilitas publik.

“Saya titip kepada warga, setiap infrastruktur yang sudah dirapihkan, diperbaiki, tolong dipelihara. Jangan dilanggar aturannya. Apalagi ini daerah mahasiswa,” ujar walikota.

Ia menyayangkan di wilayah pendidikan ini masih banyak mahasiswa yang belum sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Banyak pula yang parkir sembarangan di trotoar. “Tadi saya menyaksikan sendiri mahasiswanya makan. Sampahnya dibiarkan didekatnya tanpa dibereskan,” keluhnya.

Ridwan Kamil sejak pukul 11.30 usai melaksanakan agenda wali kota turun langsung meninjau trotoar, dari mulai Simpang Dago menuju Jalan Dipati Ukur sampai daerah Sekeloa. Sepanjang jalan itu, ia menegur dan memindahkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar.

Sebanyak 5 PKL makanan ringan ditata dan dipindahkan ke ruang-ruang kosong yang lebih layak. Motor-motor yang parkir di trotoar pun dipindahkan ke lokasi-lokasi yang benar. “Ini kan trotoar, bukan tempat parkir dan tempat berjualan. Jadi harus dipindahkan,” ujar Kang Emil.

Selama perjalanan, ia juga meminta kepada para pemilik usaha yang berada di Jalan Dipati Ukur untuk turut merawat trotoar di depan unit usahanya. Beberapa restoran dan toko diminta untuk menata taman di area pepohonan dan mengepel trotoar setiap pagi.

“Saya titip pohon dan trotoar untuk dirawat. Jangan sampai ada yang parkir di trotoar. Kita bagi-bagi tugas. Saya doakan usahanya di Bandung lancar,” ucap pria lulusan Amerika Serikat itu.

Ia berharap dengan metode seperti itu, ia dapat menumbuhkan budaya partisipasi sektor swasta dalam menjaga fasilitas publik. “Kalau itu jadi budaya, insya Allah Bandung bisa lebih bersih,” imbuhnya.

Baca Juga  Duh, Kota Bandung Masih WDP Juga euy...

Pihak pemerintah kota sendiri sebetulnya telah mengerahkan petugas untuk membersihkan dan merawat lingkungan di kawasan tersebut. Lurah Lebak Gede Tri Nurhayati mengatakan, jajarannya sudah menugaskan Tim Gorong-gorong dan Kebersihan (Gober) untuk beroperasi di area tersebut setiap hari. Namun, menurutnya, banyak mahasiswa yang juga buang sampah sembarangan.

“Mahasiswa enak aja makan dan minum di situ. Sampahnya mah disimpan (ditinggalkan). Padahal tiap hari Tim Gober melaksanakan kebersihan rutin,” jelas Tri.

Ia menuturkan, di Kelurahan Lebak Gede terdapat 26 petugas Gober yang beroperasi di 6 titik. Zona-zona tersebut antara lain wilayah Surapati, Jalan Ir. H. Juanda (3 zona), Jalan Tubagus Ismail, dan Jalan Dipati Ukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.