
BALEENDAH – Baru saja Presiden Joko Widodo mencanangkan Gerakan Rehabilitasi Sungai Citarum hulu di kawasan Situ Cisanti Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Kamis (22/2/18), malam harinya sedikitnya 7 kecamatan di Kabupaten Bandung diterjang banjir parah sejak pukul 20.00 WIB akibat luapan air Sungai Citarum.
Kecamatan Majalaya terisolir akibat banjir. Ribuan rumah warga Majalaya terendam sampai menyentuh atap rumah atau seleher orang dewasa. Alun-alun Majalaya terendam banjir sampai satu meter. Begitu juga Kecamatan Paseh dan Ibun, termasuk Solokanjeruk dan Cileunyi. Di sekitar Majalaya BPBD menurunkan 40 personil, 15 unit perahu karet, dan 2 unit perahu, tenda pengungsi, toilet mobile dan lainnya.
Lebih dari itu Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang pun terendam sampai atap rumah di titik terparah. Ribuan warga dayeuhkolot dan Baleendah dievakuasi untuk mengungsi.
Sementara di Kampung Ciputat RT 07 RW 13 Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah, ada proses evakuasi jenazah Andri (27), warga yang meninggal akibat sakit liver, juga dipicu kondisi banjir.
“Ya, mungkin saja kalau dilihat dari rumahnya, bisa jadi dipicu akibat banjir juga meninggalnya,” kata Azis, Ketua RW 13 Kelurahan Andir kepada Balebandung.com.
Jasad Andri yang dievakuasi menggunakan perahu itu sudah dimakamkan di tempat pemakaman tanah carik Jalan Parunghalang, Andir. []