“Warung Hidup” Solusi Kenaikan Harga Cabai

oleh -27 Dilihat
oleh
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan kenaikan harga cabai rawit yang terjadi saat ini, memang merupakan dampak dari minimnya ketersediaan pasokan yang juga dipengaruhi cuaca yang masih sering hujan, sehingga cabai lebih mudah busuk.

Aher mengatakan, cabai merupakan salah satu bumbu dapur, yang bukan merupakan kebutuhan pokok seperti beras. Oleh karenanya, Aher juga menyarankan masyarakat untuk dapat mengendalikan penggunaan cabai pada penganan, yang dimasaknya sehari- hari. Terlebih cabai pun bukan merupakan bumbu inti pada masakan, secara umumnya.

“Cabai barang elastis. Beda dengan beras. Orang makan cabai, sedikit dikurangi dulu lah sekarang,” kata Aher. Seiring pergantian musim pun, Aher berharap kondisi harga cabai dapat membaik.

Di samping itu, salah satu solusi yang Aher ungkapkan adalah dengan memanfaatkan ‘Warung Hidup’, atau menanam tanaman-tanaman bumbu dapur seperti cabai, bawang- bawangan, seledri, dan lain sebagainya, di halaman, atau pekarangan rumah sendiri.

Aher juga telah memerintahkan dinas terkait menyiapkan bibit cabai, untuk kemudian dibagikan ke masyarakat di wilayah Jawa Barat. “Besok Dinas Pertanian sudah mulai menyemai, butuh waktu sekitar 10 harian, nanti kita cari waktu untuk menanamnya secara serentak,” kata dia.

“Gerakan Tanam Cabai sudah dicanangkan sebelumnya oleh Pak Menteri, sekarang kita ingin coba juga lakukan di Jawa Barat,” imbuhhnya.

Selanjutnya, Aher mendorong masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumahnya, minimal dua sampai lima pohon cabai saja, sudah dapat memenuhi kebutuhan cabai satu keluarga.

“‘Warung hidup’ itu bagus kan, cabai tanam sendiri, bawang- bawangan, sereh, ‘warung hidup’ di pekarangan rumah bisa jadi solusi,” terangnya.

Hal tersebut dilakukan karena harga cabai yang akhir-akhir ini terus mengalami kenaikan, disebabkan juga ketersediaan yang sedikit, sementara permintaan terus mengalami kenaikan. Maka dengan tiap keluarga memenuhi kebutuhannya sendiri, diharapkan ini bisa jadi solusi.

Baca Juga  Bupati Sumedang Minta 300 Ribu Benih Cengek ke Coca-Cola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.