SOREANG,balebandung.com – Para Kepala Sekolah Menengah Pendidikan (SMP) Negeri maupun Swasta di Kabupaten Bandung mengikuti workshop pendidikan di Hotel Sutan Raja Soreang, Kamis (22/12/2022). Pelaksanaan workshop pendidikan itu dengan tema “Peran guru penggerak dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, melalui pendidikan yang efektif dan efisien”.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal, Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung H. Ruli Hadiana dan jajaran Pemkab Bandung hadir pada kegiatan tersebut.
Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan, melalui pelaksanaan workshop pendidikan itu, pendidikan di Indonesia tengah berkarya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan mempersiapkan segala bekal untuk dapat mewujudkan dan mencetak generasi emas.
“Pentingnya penguatan pendidikan karakter, diharapkan menjadi pondasi dan marwah utama di bidang pendidikan,” kata Cucun.
Cucun yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI ini berharap pendidikan karakter mampu membangun manusia yang cakap dalam akhlak, cerdas dalam berpikir dan terampil. “Hal ini berkaitan dengan apa yang kita ketahui bersama yakni dalam Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017,” katanya.
Cucun menyebutkan, langkah pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut, guru penggerak menggerakan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayah. “Guru penggerak diharapkan menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah,” kata Cucun.
Ia pun mengungkapkan guru penggerak mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah. “Langkah lainnya, guru penggerak membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Terkait dengan guru penggerak itu, Cucun mengatakan, peran lembaga legislatif, pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari anggaran belanja negara dalam APBN 2023. “Anggaran pendidikan tahun 2023 bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing,” katanya.
Cucun mengutarakan, anggaran pendidikan tahun 2023 senilai Rp 608,3 triliun. “Dari anggaran pendidikan sebesar itu, pemerintah pusat akan mengalokasikan Rp 233,9 triliun terutama untuk program Indonesia Pintar kepada 20,1 juta siswa dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah untuk 976,8 ribu mahasiswa,” jelasnya.
Anggaran itupula, kata dia, untuk tunjangan profesi guru baik untuk yang PNS maupun non-PNS juga tetap akan disediakan. Sementara itu sebesar Rp 305 triliun yang disalurkan melalui transfer ke daerah ditujukan untuk membiayai operasional sekolah bagi 44,2 juta siswa dan untuk biaya operasional PAUD bagi 6,1 juta peserta didik.
“Sebanyak Rp 69,5 triliun disiapkan untuk dana abadi pendidikan termasuk dana abadi pesantren, dana abadi riset, dana abadi perguruan tinggi, dan dana abadi kebudayaan,” ujarnya.
Cucun juga turut mengungkapkan kendala-kendala di lapangan, di antaranya krisis guru dan mekanisme pengangkatan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
“Krisis guru ini menjadi masalah utama yang belum diperhatikan secara serius oleh pemangku kepentingan, penempatan tenaga pengajar atau guru haruslah sesuai dengan disiplin ilmu yang dikuasainya. Kemudian mekanisme pengangkatan PPPK, yaitu proses seleksi, tahap pengangkatan dan honorarium juga dana tunjangan lain, khususnya dalam pengangkatan PPPK.
Kemendikbud Ristek, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) juga Badan Kepegawaian Negara (BKN) perlu meningkatkan koordinasinya,” jelasnya.
Lebih lanjut Cucun dihadapan para Kepala SMP, bahwa dirinya sebagai Anggota DPR RI berjuang untuk masyarakat Kabupaten Bandung. Hal itu sesuai dengan sumpah dan janji dirinya sebagai anggota dewan untuk memperjuangkan aspirasi dari daerah pemilihan.
Cucun menerangkan bahwa pihaknya pada setiap tahun turut membantu apa yang menjadi aspirasi masyarakat, mulai dari bantuan kesehatan yang disalurkan ke RSUD Majalaya, Soreang dan ke bidang lainnya.
Cucun juga turut memberikan apresiasi kepada Kemendikbud Ristek RI, dengan adanya terobosan merdeka belajar.
“Dengan adanya terobosan dari Kemendikbud Ristek itu, orang yang sudah terbiasa di zona aman, tentunya saat ada tantangan akan kaget,” katanya.
Di hadapan para kepala SMP itu, Cucun menyebutkan, bahwa menempati jabatan itu tak mudah, karena sebelumnya harus melewati berbagai proses.
“Saya akan konsisten dan berjuang untuk pendidikan,” katanya.***