Yena Iskandar Ma’soem Cabup Bandung Terkaya

oleh -25 Dilihat
oleh
Cabup Bandung nomor urut 2 Yena Iskandar Masoem. by Dahsyat
Cabup Bandung nomor urut 2 Yena Iskandar Masoem. by Dahsyat

SOREANG, Balebandung.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kabupaten Bandung merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung tahun 2020. LHKPN itu berdasarkan hasil penelitian/klarifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Rincian dan jumlah harta kekayaan pasangan calon berasal dari data dan informasi yang diisi, kemudian dikirimkan oleh masing-masing pasangan calon,” kata Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Bandung Supriatna, Minggu (25/10/20).

Supriatna menjelaskan pelaksanaan LHKPN sesuai dengan ketentuan Pasal 74 Peraturan KPU Nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

KPU kabupaten/kota memfasilitasi pengumuman laporan harta kekayaan pasangan calon paling lambat dua hari sebelum hari pengumungan suara. Berdasarkan dokumen LHKPN dari KPK yang diterima oleh KPU Kabupaten Bandung, Yena Iskandar Ma’soem menjadi Calon Bupati Bandung terkaya di Pilbup Bandung.

– Paslon nomor urut 1: Hj. Kurnia Agustina Rp 10.523.502.092 – Drs Usman Sayogi JB, M Si., Rp 7.000.509.766.
– Paslon nomor urut 2: Hj.Yena Iskandar Masoem, Rp 29.889.951.000 – Atep Rp 2.865.000.000.
– Paslon nomor urut 3: H.M Dadang Supriatna,  Rp 8.924.950.000 – Sahrul Gunawan, SE  Rp 22.432.609.458.

Lebih lanjut Supriatna menuturkan, memang ada tahapan bahwa masing-masing pasangan calon harus melaporkan harta kekayaan jelang Pilkada Bandung 9 Desember 2020.

“Tahapan laporan harta kekayaan penyelenggara negara ke laman KPK, hasilnya dilaporkan ke KPU oleh masing-masing pasangan calon,” ujarnya.

Pada LHKPN itu, kata Supriatna, yang dilaporkan itu mulai dari harta bergerak dan tidak bergerak. Harta bergerak, di antaranya kendaraan, tak bergerak berupa tanah, deposito atau tabungan, bangunan, dan aset lainnya atau perusahaan.

Baca Juga  Bupati Bandung: ”Semoga Pilkada 2020 Aman, Damai dan Sehat”

“Pentingnya laporan harta kekayaan itu, selain untuk bahan evaluasi ke depan, juga akan mengetahui, jumlah harta kekayaan dari awal sampai kalau pasangan calon itu terpilih di Pilbup Bandung, hingga berakhir masa jabatannya itu,” kata Supriatna. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.