Yuk, ke Perpustakaan Jabar, Banyak yang Baru!

oleh -31 Dilihat
oleh
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat meresmikan berbagai fasilitas baru yang ada di Perpustakaan dan Arsip Daerah Jabar di Kantor Bapusipda Jabar, Selasa (27/12). by Ttg Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat meresmikan berbagai fasilitas baru yang ada di Perpustakaan dan Arsip Daerah Jabar di Kantor Bapusipda Jabar, Selasa (27/12). by Ttg Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan didampingi Wakil Gubernur Deddy Mizwar meresmikan berbagai fasilitas baru yang ada di Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat di Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Jawa Barat, Jl. Kawaluyaan Indah II No. 4, Kota Bandung, Selasa (27/12/16).

Fasilitas-fasilitas baru tersebut diantaranya: Pojok Gubernur, Panggung Inohong Jawa Barat (Hall of Fame), Pojok Bank Indonesia, e-Book Kamus Basa Sunda, Pusat Kegiatan Masyarakat, dan Graha Pustaloka.

Pada kesempatan ini diluncurkan pula buku Netty Prasetiyani Heryawan: Bunda Literasi Jawa Barat dan buku seputar prestasi Jawa Barat dengan judul “Keberhasilanku Adalah Keberhasilanmu dan Keberhasilan Kita Semua”.

Aher pun menyambut baik dan memberikan apresiasi atas berbagai fasilitas baru yang sudah dibuat Bapusipda. Hal tersebut merupakan terobosan atau inovasi agar perpustakaan dan arsip bisa berfungsi lebih optimal, serta lebih dikenal luas masyarakat.

“Kita ingin memfungsikan perpustakaan dengan fungsi yang lebih optimal. Karena tentu perpustakaan memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia ke depan,” kata Aher usai acara peresmian.

Menurutnya perpustakaan merupakan sarana penting bagi pengembangan masyarakat agar memiliki pemikiran yang besar dan inovatif, sehingga bangsa ini akan maju dan besar. “Tidak pernah mungkin seseorang itu melampaui akal pikirannya. Jadi kalau orang ingin berprestasi besar, besarkan dulu akal pikirannya,” ujar Aher.

Lebih lanjut Aher juga menjelaskan, pihaknya terus mendorong peningkatan minat baca di wilayah pemerintahannya. Salah satunya melalui peningkatan program literasi ke sekolah-sekolah.

“Ketika SMA/SMK dialihkan pengelolaannya kepada pemerintah provinsi, kita nanti akan memprogramkan literasi kepada anak-anak SMA dengan baik. Kita akan lombakan, kita akan rangsang mereka supaya basis kehidupan kita ini basis pengetahuan,” papar gubernur.

Baca Juga  Chica; Buka Perpustakaan Pilihan Membahagiakan

Ada berbagai fasilitas yang dihadirkan Bapusipda, misalnya Pojok Gubernur. Tempat ini menghadirkan berbagai macam piala dan piagam penghargaan yang diterima oleh Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ada juga daftar deretan prestasi yang berhasil diraih Jabar selama kurun waktu tujuh tahun atau dari 2008 – 2015. Ada juga berbagai informasi pemimpin Jabar dari masa ke masa hingga Gubernur Jabar saat ini Ahmad Heryawan.

Inovasi menarik lainnya, yaitu Hall of Fame atau Panggung Inohong Jawa Barat. Ada 300 foto dari 1.000 tokoh pilihan yang namannya terpampang di hall of fame ini, disertai riwayat atau kisah perjuangan, prestasi para tokoh dan pejuang dari berbagai bidang, profesi, pengabdian dari zaman ke zaman. Seperti Otto Iskandardinata, Dewi Sartika, Ir. H. Djuanda, sampai Kang Ibing, Nike Ardila, dan seniman lainnya. “Ini sebagai apresiasi atas apa yang telah mereka gali,” terang Aher.

Kemudian Pojok Bank Indonesia. BI mengaktualisasikan kepedulian dan keberpihakan terhadap budaya literasi di Tanah Air, terutama Jawa Barat dengan membuat Pojok Baca BI yang cantik dan menarik.

Era digital telah mengingatkan kita bahwa untuk lestarinya isi sebuah buku akibat desakan globalisasi, perlu dilakukan langkah pembuatan Elektronik Book atau e-Book bersumber dari buku konvensional. Hal yang sama terhadap Kamus Utama Basa Sunda telah diusulkan Wagub Jabar Deddy Mizwar setahun lalu. Kini hal tersebut telah terwujud dan siap digunakan, yaitu e-Book Kamus Basa Sunda.

Lalu ada Pusat Kegiatan Masyarakat yang terletak di halaman depan Kantor Bapusipda Jabar. Tempat ini bisa digunakan masyarakat untuk menyalurkan daya kreasi dan imajinasi mereka. Kemudian ada aula, tempat dilakukannya berbagai aktivitas, terutama pengembangan budaya literasi dengan nama Graha Pustakaloka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.